Teknopreneur.com – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara masih belum mengizinkan untuk membuka blokir Vimeo. Hal itu terjadi, lantaran situs berbagi konten video tersebut, masih belum memenuhi permintaan untuk melakukan filtering terhadap konten pornografi, meskipun sudah mendekati tenggat waktu yang telah diberikan.

“Kalau masih diblokir itu artinya belum benar filtering-nya,”katanya. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Senin (2/2).

Lebih lanjut ia pun mengatakan, mengenai kapan tepatnya situs Vimeo bisa dibuka kembali dari pemblokirannya, itu tergantung dari itikad baik Vimeo untuk mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia.”Keputusannya akhir minggu ini. Saya sudah janji, pokoknya minggu ini. Saya minta Februari sudah ada keputusan.

Kemudian, ia juga sudah meminta kepada Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen Aptika) untuk memberi tahu pada pihak Vimeo. Ia pun menyatakan,“Kalau memang Vimeo nggak bisa, saya tidak akan buka,”ujarnya.

Jika mengingat beberapa waktu lalu, dirinya sempat mengajak sekitar 25 netizen untuk melakukan video conference dengan CEO Vimeo, Kerry Trainor untuk membahas soal pembukaan blokir. Selain itu, ia juga meminta bantuan para netizen tersebut untuk mendiskusikan skema filter‎ yang tepat sesuai kebutuhan Indonesia.

Sayangnya hingga saat ini, filtering yang dimaksud belum juga terwujud. “Proses filtering sampai tanggal 31 januari. Jadi, testing itu masalah teknis, kalau itu berlama-lama dan mereka main-main, saya akan bilang ke Vimeo akan tetap saya tutup,”ungkapnya.