Teknopreneur.com – Raksasa teknologi asal Korea, Samsung Electronics melaporkan tahun 2014 ini merupakan laba terendah, terhitung sejak tahun 2011. Dikarenakan penjualan smartphone yang terus menurun, yang disebabkan peningkatan persaingan pasar.

Pada tahun 2014 ini, tercatat keuntungan perusahaan turun 32% dari tahun 2013, yakni hanya sebesar 25 triliun won atau setara dengan US$179 miliar. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari laman Techcrunch, Rabu (28/1).

Sementara, hingga kuartal keempat tahun lalu, laba bersih perusahaan pembuat smartphone itu pun turun 27% menjadi 5,3 triliun won dari tahun ke tahun. Perusahaan teknologi asal Negeri Gingseng itu, melaporkan bahwa pendapatan dari penjualan perangkat mobile-nya turun 64% menjadi 1,96 triliun won, dan itu terjadi dalam lima kuartal berturut-turut dari tahun lalu.

Penjualan ponsel hanya menyumbang 58% dari total laba usaha Samsung tahun lalu. Namun, itu masih lebih baik dibandingkan dengan yang terjadi pada tahun 2013, penurunan laba hingga 70%. Perusahaan mengatakan pengiriman smartphone terus jatuh hingga kuartal 4 tahun lalu dan diperkirakan akan terus menurun pada kuartal pertama tahun ini.

Sepertinya, bisnis baru Samsung untuk memproduksi semikonduktor cukup membantu meningkatkan keuntungan, meskipun tidak menebus kekurangan dari penjualan ponselnya. Dengan menjadi produsen chip untuk perangkat high-end tentunya akan meningkatkan pendapatan yang signifikan.

Sebaliknya, semua upaya keras Samsung untuk kembali memperoleh pasar smartphone, berlawanan dengan rival terberatnya Apple, yang kemarin dilaporkan telah berhasil menjual hingga 74,5 juta unit produk iPhone selama kuartal pertama tahun 2015. Dimana ia bersaing dengan Samsung serta pembuat smartphone asal Negeri Tiongkok, seperti Xiaomi dan Lenovo.

Menurut perusahaan periset pasar Canalys menyatakan bahwa Apple telah menduduki posisi teratas dalam pengiriman smartphone ke Tiongkok pada kuartal terakhir tahun lalu. Ini mengindikasikan bahwa Samsung kini berada di posisi ketiga atau berada di belakang Apple dan Xiaomi.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Senior Investor Samsung Electronic, Robert M. Yi mengatakan bahwa lingkungan bisnis di tahun 2015 ini akan menjadi semakin menantang, sama seperti yang terjadi di tahun 2014 lalu. “Hal itu dipengaruhi dengan adanya resesi ekonomi, serta intensifikasi produk dan kompetisi harga, juga peningkatan biaya pengembangan teknologi baru,”ujarnya.