Teknopreneur.com – Perusahaan multinasional asal Negeri Paman Sam, Yahoo, Inc telah mengumumkan rencana untuk spin-off 15% sahamnya dari raksasa e-commerce asal Tiongkok, Alibaba Group. Dalam membuat sebuah entitas perusahaan tersendiri, Yahoo berusaha menghindari permasalahan Alibaba yang dianggap pemerintah Tiongkok telah menjual barang-barang palsu, yang diduga menjadi penyebab pisahnya kedua perusahaan tersebut.

Hal tersebut, seperti yang dikutip dari laman BBC, Rabu (28/1). Menurut laporan yang dibeberkan Yahoo, laba perusahaan pada kuartal keempat hanya sebesar US$166 juta atau turun 52% dari tahun sebelumnya.

Perusahaan pun mengatakan pendapatan dari iklan display juga mengalami penurunan hingga  4% menjadi US$532 juta dari tahun sebelumnya. Namun, investor menanggapi dengan santai soal keputusan perusahaan untuk spin-off dari Alibaba.

Hal itu dikarenakan, saham Yahoo sendiri meningkat lebih dari 6% setelah pasar AS ditutup. Menurut sebuah laporan menyebutkan bahwa saham Yahoo masih tersisa 384 juta lembar yang masih berada bersama dengan Alibaba.

Sisa saham yang bernilai sekitar US$40 miliar itu, untuk sementara waktu akan dipegang oleh perusahaan baru yang bernama SpinCo. Setelah saham tersebut dipegang oleh SpinCo, nantinya baru akan diberikan kepada pemegang saham Yahoo.

Menanggapi hal itu, CEO Yahoo, Marissa Mayer menyatakan akan memfokuskan pada usaha barunya untuk meningkatkan pendapatan. Lebih lanjut, dalam sebuah pernyataan ia pun mengungkapkan,“Saya senang untuk melaporkan kinerja kami di kuartal keempat tahun 2014 terus menunjukkan stabilitas bisnis kami.”

Dirinya pun menambahkan, strategi mobile kami telah mengubah Yahoo untuk memperoleh penghasilan yang signifikan. “Pendapatan iklan mobile perusahaan pada tahun 2014 telah menyumbang penghasilan senilai US$1,26 miliar,”katanya.