Teknopreneur.com- Ketika pemimpin e-Commerce Cina yaitu Alibaba Group go public di dunia dengan IPO terbesar September lalu, banyak negara menyebut sang pemilik, Jack Ma sebagai simbol kesuksesan. Kesuksesan ini juga didukung oleh investasi yang terhubung dengan pemerintah, menunjukkan  Alibaba memiliki hubungan yang baik dengan Partai Komunis berkuasa di negara itu.

Namun sebuah laporan yang baru dirilis menyatakan bahwa barang-barang palsu yang dijual oleh e-Commerce ini memperlihatkan hubungan dekat mereka ternyata tak akan mempengaruhi kritikan itu.

Saham Alibaba turun 4,4% kemarin setelah administrasi negara untuk Industri dan perdagangan (SAIC) menuduh perusahaan tersebut menjual barang-barang palsu. Dengan penurunan ini, saham Alibaba telah hilang sekitar seperenam dari nilai mereka.

Alibaba bukan satu-satunya bisnis online yang diduga menjual barang palsu dan tuduhan itu sendiri ebenarnya bukanlah hal baru. Namun pihak Alibaba dalam menanggapi kasus ini mengatakan berkeras untuk melawan kritik dari pemerintah China. Alibaba bahkan bermaksud untuk mengajukan keluhan resmi, menuduh inspektur memimpin SAIC melakukan pelanggaran prosedural, dikutip dari usatoday.com.

Selama pemeriksaan tahun lalu, pengawas industri menemukan hanya 19 dari 51 item yang dibeli di Taobao.com yang asli.

“Alibaba belum memberikan perhatian yang serius untuk operasi ilegal pada platform,” kata SAIC dalam sebuah laporan.

Pertikaian publik di Cina bisa dikatakn tidak biasa. Dimana pemerintah selama ini sering dipuji oleh Alibaba sebagai pemimpin sektor swasta yang inovatif, dan sebagian besar perusahaan menyimpan keluhan mereka di belakan karena takut akan kekuatan badan milik pemerintah mereka yang amat kuat.