Teknopreneur.com – Persoalan peretasan semakin santer terdengar. Tak bisa dipungkiri, hal ini menjadi fokus negara-negara dunia. Singapura misalnya. Tetangga negeri ini tersiar kabar akan membentuk agensi keamanan cyber baru di bawah Kantor Perdana Menteri. Dengan adanya lembaga ini, nantinya diharapkan mampu meredam kejahatan cyber yang sedang marak.

Pemerintah Singapura berencana mengaktifkan lembaga ini di bulan April mendatang sekaligus akan bertanggung jawab mengkoordinasi sektor publik dan swasta sebagai upaya melindungi sistem nasional seperti sektor energi dan perbankan dari ancaman siber yang kian meningkat.

Agensi baru itu akan memiliki “ratusan” teknisi berdedikasi dan staff pengembangan kebijakan, yang sebagian besar ditransfer dari Kementerian Dalam Negeri dan Otoritas Pengembangan Info Komunikasi.

Selain itu, agensi akan bekerja sama dengan susunan keamanan yang ada oleh Otoritas Pengembangan Info Komunikasi seperti Pusat Pengendali Siber dan Pusat Operasi Kontrol dan Monitor untuk mengkoordinasikan manajemen insiden.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia sebetulnya sudah merencanakan hal ini, namun baru sebatas komunitas semata. ? Menurut Direktur Keamanan Informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Aidil Chendramata, cyber army di sebuah negeri memang diperlukan untuk menjaga keamanan informasi.

“Penting sekali. Sebab tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri soal ini. Kita perlu komunitas yang mau dan concern menjaga kedaulatan informasi dari serangan peretas,” katanya.

Dia melanjutkan, saat ini pemerintah sudah melakukan kerjasama dengan berbagai komunitas yang fokus pada persoalan tersebut. Meski begitu, sayangnya bentuk support pemerintah terhadap cyber army masih diakuinya sebagai bentuk menjalin hubungan dengan komunitas, misalnya saja kerjasama dengan komunitas melakukan acara Indonesia Security Conference. Hal ini tentu saja belum terlalu spesifik membahas hal-hal yang harus dilakukan pemerintah dengan komunitas tersebut. “Kita support dalam bentuk acara. Misalnya saja mengadakan konferensi. Kita menyiapkan pembicara dari Kementerian,” ungkapnya.