Teknopreneur.com- Meski renewable energi sedang dipuji-puji banyak pihak, namun menurut Andhika Prastawa, Kepala Balai Besar Teknologi BPPT, Indonesia tak bisa mengandalkan eksploitasi renewable energi sepenuhnya, karena itu tetap tak akan cukup memenuhi kebutuhan Indonesia terutama di permasalahan listrik

“Fosil tetap jadi penggerak utama, 50-60%,” tukasnya.

Persentase angka tersebut diterangkan Andhika didapatkan dari sumber energi batubara dan gas. Kebijakan pemerintah pun hingga 2025 baru menggenjot persentase 23% energi dihasilkan oleh terbarukan. Sedangkan sisanya bisa kombinasi dari persentase minyak yang lebih sedikit atau bisa juga dari nuklir.

Karena menurut Kepala Balai Besar Teknologi BPPT meski geothermal telah dieksploitasi semua masih belum bisa memenuhi kebutuhan listrik agar mencapai elektrifikasi menjadi 100%.

“Geothermal nggak sampai 25 GW butuh penyokong lainnya.”

Andhika mengatakan bahwa dari batubara, gas, dan nuklir akan menghasilkan sekitar 50 GW. Karena  pembangkit listrik tenaga nuklir dijelaskan olehnya dalam waktu 10 tahun berdiri (dikurangi 4 tahun masa pembangunan), yakni dalam 6 tahun setelah beroperasi hanya mungkin menghasilkan sekitar 8 GW.

 

Foto: ausconsultants.com