Teknopreneur.com – Situs jejaring sosial, Pinterest berencana membongkar data pengguna untuk membantu pengiklan menghasilkan lebih banyak iklan bertarget. Menurut laporan Wall Street Journal, Head of Operation Pinterest, Don Faul menyatakan bahwa nantinya akan didasarkan pada database pengguna yang lebih luas.

Untuk saat ini, situs tersebut menawarkan produk iklan masih berdasarkan informasi yang terbatas, seperti jenis kelamin dan lokasi. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari laman BBC, Senin (26/1).

Seorang analis dari Forrester Research, Nate Elliott menyatakan perusahaan akan memfasilitasi pengiklan untuk meningkatkan pendapatan, tetapi tidak melebihi target. Lebih lanjut ia pun mengungkapkan,“Nilai pemasaran Pinterest akan lebih bernilai di masa depan dibandingkan saat ini.” Ia pun menambahkan bahwa pengguna sistus jejaring sosial tersebut nantinya cenderung untuk menulis informasi yang akan berharga bagi si pengiklan.

Sementara itu, dalam sebuah posting di blog Kepala Eksekutif Pinterest, Ben Silbermann menyatakan,“Saat ini kami masih meminta database pemasar atau pengguna yang terbatas ke Pinterest. Dan tentunya akan memakan waktu bagi situs melakukan perombakan dalam memperluas kemampuan penargetan.”

Memang produk yang ditawarkan pengguna kepada pengiklan akan didasarkan pada database yang lebih luas, sehingga memungkinkan mereka untuk lebih berinteraksi. Namun, database yang akan diperluas itu tidak akan mencakup data yang sangat pribadi, seperti nama dan alamat.

Menurut laporan Wall Street Journal, perusahaan sedang mempertimbangkan yang memungkinkan pengiklan untuk menggabungkan data mereka dengan Pinterest, yang memungkinkan mereka untuk menargetkan pelanggan yang sudah menggunakan situs tersebut.