Teknopreneur.com- Ada yang perlu diketahui dari aturan pemerintah mengenai adanya persyaratan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) bagi industri penambangan. Dengan adanya  aturan ini, maka dapat dipastikan lahirnya banyak potensi yang menggiurkan di industri lainnya yang akan saling terkait. Salah satunya adalah industri pengolahan limbah.

Sesuai Undang-Undang No.4/2009 tentang mineral dan batu bara, maka sejak Januari 2014 pemerintah melarang perusahaan tambang mengekspor konsentrat tembaga. Konsentrat itu harus diolah menjadi produk jadi, yang mensyaratkan pembangunan smelter tersebut.

Nilai plus lainnya adalah bahwa pemerintah juga memberi aturan kepada industri terkait kesadaran untk menjaga lingkungan hidup dalam Pasal 21 UU Perindustrian

“Industri yang melakukan pencemaran bisa dikenakan sanki ditutup,” tukas Agung Hendarsa, CEO PT Aozora Agung Perkasa.

Menurut Agung, potensi industri pengolahan limbah sangat besar. Bayangkan saja dengan kapisatas limbah yang mencapai 5.000 meter per kubik dari sebuah smelter bisa diolah kembali hingga menghasilkan 80% data angka tersebut. Dan tak salah-salah menurut Agung nilai bisnisnya bisa mencapai Rp.100 miliar.  Wah angka yang tak sedikit bukan?

Foto: nanosmartfilter.com