Seberapa sering Anda menghabiskan waktu dengan smartphone Anda setiap hari? Anda merasa sudah kecanduan, dan kesulitan menghilangkan kebiasaan itu? Ini dia, sebuah aplikasi terbaru bernama QualityTime baru saja diluncurkan untuk mengetahui seberapa banyak Anda telah membuka ponsel Anda hari ini? Atau mengetahui jumlah menit bahkan jam yang sudah Anda sia-siakan di Facebook?

Anda tentu tak boleh menggangap kecanduan ini sebagai masalah sepele. Asal tahu saja berdasarkan studi oleh perusahaan Flurry di tahun 2014 ditemukan 176 juta pecandu perangkat mobile atau mobile addicts di seluruh dunia. Angka ini naik 123 persen dibandingkan riset tahun lalu. 

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Nielsen, perusahaan global penyedia informasi dan insights di tahun 2014 mencatat bahwa pengguna smartphone di Indonesia menghabiskan waktu rata-rata 140 menit per hari untuk menggunakan smartphone mereka. Sementara menurut Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII) rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan smartphone selama 180 menit, dengan catatan penggunaan dilakukan tanpa jeda.

Alokasi waktu penggunaan smartphone terbagi menjadi 37 menit digunakan untuk Chatting, 27 menit untuk Surfing/Browsing, 23 menit untuk Utility Apps, 17 menit untuk Gaming dan 15 menit untuk Multimedia. Kemudian Messaging (8 menit), Calls (6 menit), dan Phone Navigation (3 menit). Email, Phone Features, Office Packages dan Security masing-masing menghabiskan waktu 1 menit per hari.

Dalam riset tersebut komunikasi dan hiburan masih menjadi kegiatan utama dismartphone. 70% pengguna smartphone menggunakan Facebook sebagai jejaring sosial favorit mereka, diikuti oleh Twitter (36%) dan Google+ (11%). Dan aplikasi chating yang paling disukai adalah Blackberry Messenger untuk menyebarkan dan mendapatkan informasi. Untuk aplikasi permainan, Flappy Bird menduduki urutan pertama yang banyak dimainkan oleh pengguna smartphone (11%), diikuti oleh Pou My Pet Alien (9%) dan Brick Breaker (6%).

Nielsen menginformasikan wanita bisa menghabiskan waktu lebih banyak setiap harinya untuk mengobrol dibandingkan dengan pria. Wanita bisa menghabiskan waktu 43 menit per hari untuk mengobrol, sementara pria menghabiskan waktu 11 menit lebih sedikit yaitu 32 menit per hari. Nielsen juga menemukan pengguna smartphone dari kalangan dewasa muda (25-30 tahun) menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengobrol yaitu 47 menit.

Mengapa app semacam QualityTime dianggap penting? Dari data di atas, kita bisa melihat bahwa betapa masyarakat Indonesia mulai menganggap bahwa aktivitas di dunia maya lebih mengasyikan dibandingkan aktivitas di dunia nyata. QualityTime memang hadir dengan salah satu tujuannya yaitu untuk mengingatkan bahaya kecanduan smartphone yang berdampak negatif dalam hubungan sosial penggunanya di dunia nyata. Dilansir techcrunch.com, aplikasi ini diharapkan dapat membuat Anda lebih sadar berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk perangkat Anda.

Setelah QualityTime di-instal di smartphone, maka pengguna dapat dengan cepat melihat data yang mencakup penggunaan utama smartphone Anda di siang atau malam hari. Selain itu Anda juga dapat menelusuri aplikasi yang paling sering digunakan pada waktu tertentu di siang hari.

Jika pengguna mulai khawatir tentang banyak waktu yang tersita akibat penggunaan smartphone dalam satu hari, maka pengguna dapat mengatur aplikasi ini untuk mengeluarkan peringatan penggunaan smartphone yang terlalu lama dengan mode ‘istirahat’.

Mode ini akan berfungsi dengan mengunci smartphone dengan menutup akses ke aplikasi di dalam smartphone dalam waktu yang sudah ditentukan oleh pengguna sebelum mengaktifkannya.

Selain itu, QualityTime dilengkapi fitur yang bisa melacak kebiasaan penggunaan smartphone sehari-hari dengan menampilkan informasi berapa kali pengguna mengakses panggilan keluar hingga merangkumkan seluruh kegiatan pengguna di smartphonenya dalam satu minggu. Saat ini aplikasi ini telah tersedia untuk pengguna Android dan iOS dan sudah bisa diunduh baik di Google Play Store maupun Apple App Store.

Sebenarnya aplikasi semacam ini bukan hal yang baru, sebelumnya sudah ada BreakFree, Checky, dan Momen. Dari hadirnya layanan-layanan ini kesimpulannya adalah bahwa orang-orang di dunia saat ini mulai kekhawatiran tentang seberapa parah kita mulai kecanduan oleh aplikasi di smartphone kita.

Foto: huffingtonpost.com