Teknopreneur.com – Tak dapat dipungkiri, Smartphone telah menjadi bagian dari aktifitas keseharian hidup kita. Kecanggihan smartphone kini bukan hanya dinikmati oleh kalangan menengah ke atas saja, melainkan juga menjadi kebutuhan kalangan menengah ke bawah.

Patut diakui, untuk saat ini pasar smartphone di Indonesia masih dikuasai oleh pemain asing, seperti Samsung, Apple, Oppo, Lenovo, Asus, Xiaomi, LG dan lainnya . Dengan adanya Peraturan Menteri Perdagangan No. 82 tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler yang menyebutkan bahwa importir ponsel wajib untuk membangun pabrik dalam negeri, diharapkan dapat mengurangi impor ponsel.

Namun, hingga saat ini brand asing tersebut belum juga ada tanda-tanda akan membangun pabrik di Indonesia. Artinya, ini bisa menjadi peluang bagi para produsen lokal untuk merebut pasar smarphone lokal atau bahkan menjadi penguasa pasar lokal.

Merek lokal pun, seakan sudah membaca situasi positif ini, seperti Ivo, Evercoss, Polytron, dan lainnya. Sementara itu, berdasarkan riset Smartphone Preference and Spending in Asia, harga menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi orang Indonesia untuk membeli smartphone.

Dan para brand lokal itupun kebanyakan, memproduksi ponsel murah yang kisaran harganya berada di bawah Rp1 juta-an. Sehingga sangat dimungkinkan smartphone lokal untuk bisa meraih pasar lokal, mengingat konsumen sekarang ini sudah semakin cerdas memilih smartphone harganya murah, tentunya dengan kualitas yang tidak kalah dari yang harganya selangit.