Teknopreneur.com – Anda pengguna WhatsApp? Jika ya, apakah aplikasi yang Anda gunakan dapat dipastikan bahwa itu merupakan aplikasi resmi. Dikarenakan, WhatsApp akan bertindak tegas kepada orang yang menggunakan aplikasi tidak resmi.

Perusahaan mengatakan bahwa data pengguna aplikasi yang tidak resmi dikhawatirkan akan menyebabkan data pribadinya bocor. Hal tersebut seperti yang dikutip dari BBC, Rabu (21/1).

Para ahli mengatakan pengguna Android harus berhati-hati tentang di mana mereka men-download aplikasi tersebut. Baru-baru ini WhatsApp melaporkan jumlah pengguna aktifnya telah mencapai 700 juta user, dengan rata-rata mengirim 30 miliar pesan per hari.

Dan itupun terhitung sejak diberlakukannya sistem langganan dengan dikenakan biaya US$0,99 per tahun, setelah 12 bulan pertama bergabung. Seorang juru bicara perusahaan menyatakan,“Tujuan kami adalah untuk selalu menjaga WhatsApp cepat dan aman bagi para pengguna, karena itu adalah hal penting bagi kami.”

Lebih lanjut ia menyatakan, dengan hadirnya aplikasi palsu artinya telah membuat layanan yang tidak sah dan malah menciptakan masalah bagi pengguna termasuk pesan yang hilang. “Ini tentunya bertentangan dengan kerja keras kami dan kita tidak akan membiarkan hal itu terus berlanjut. Mulai hari ini, kita mengambil tindakan agresif terhadap aplikasi yang tidak sah dan memperingatkan orang-orang yang menggunakannya,”ujarnya.

Hal itupun disepakati oleh pihak Facebook, dimana perusahaan menyatakan bahwa para pengguna diharuskan untuk mengunduh aplikasi resmi WhatsApp dari Google Play. Selanjutnya perusahaan mengungkapkan bagi para pengguna aplikasi yang tidak resmi maka mereka tidak akan dapat mengakses layanan selama 24 jam, karena telah melanggar persyaratan.