Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan POJK Nomor 19/POJK.03/2014 tentang Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Aturan ini mulai berlaku pada awal Januari 2015. Maka tingal menunggu waktu, layanan branchless banking cepat atau lambat akan segera dilaksankan. Layanan perbankan tanpa cabang ini dikhususkan bagi konsumen yang membutuhkan jasa perbankan tapi belum mendapatkan jasa itu dari bank manapun.

“Mereka sudah punya uang untuk ditabung, sudah punya potensi untuk melakukan transaksi perbankan,” terang

Disadari oleh Andi K Utomo, Vice President Digital Payment and Mobile Banking Telkomsel bahwa perbankan memiliki keterbatasan untuk membuat cabang di daerah-daerah. Karena tentu costny tak sedikit. Kemudian layanan bank tanpa cabang inilah atau yang oleh OJK disebut Laku Pandai menjadi solusinya.

“Transaksinya apa saja yang perbangkan bisa seperti cek saldo, stor, tarik tunai, transfer, membeli asuransi atau apapun bisa dilakukan melalui agen-agen,” lanjut Andi.

Andi menjelaskan peran industri telekomunikasi di sini adalah untuk bisa menjangkau masyarakat di daerah dan juga memberikan koneksi yang tak bisa dilakukan oleh perbankan. Saat ini, Andi mengatakan 3 operator besar di Indonesia yaitu Telkomsel, XL, dan Indosat (konsorsium telekomunikasi) telah membentuk perusahaan joint venture berbasis branchless banking bersama dengan Bank Mandiri dengan nama RUPI.”

“Saat ini masih pilot project di Jawa Barat, setelah 3 bulan baru akan dikomersialkan,” tambah Andi.

 

Foto: unime.net