Teknopreneur.com – Sudah menjadi rahasia umum, jika negeri ini sudah tak bisa lagi dipandang sebagai “pasar kedua” negara-negara maju, melainkan sebagai tujuan utama. Melihat hal ini, jarang sekali menemukan sisi idealisme para pegiat di sektor industri khususnya ICT. Namun ternyata, masih ada yang peduli tentang kualitas produk ICT dalam negeri. Handoyo dari KlikIndonesia mengakui hal itu.

Menurutnya, produk-produk IT negeri sendiri seharusnya pede untuk menunjukkan kelebihannya daripada produk serupa buatan negeri orang. Meski begitu, dirinya pun tidak mentahbiskan jika kapital yang lebih besar mampu menggoyahkan idealisme produk IT negeri untuk dipertahankan. “Harus kita akui bahwa ketika ada kapital yang lebih besar masuk dalam negeri, maka produk-produk IT dalam negeri menjadi taruhannya,” ujarnya.

Dirinya pun mencontohkan Koprol dulu diakusisi oleh Yahoo! yang hanya tidak berlangsung lama kemudian dibubarkan. Menurutnya, hal itu adalah contoh nyata jika idealisme harus dipegang jika yakin kelak produknya dapat bermanfaat bagi pasar negeri tanpa harus digadaikan kepada perusahaan asing. “Perjuangan Koprol dulu berdarah-darah hingga akhirnya diakuisis Yahoo!.Tapi setelah itu, dimatikan juga. Harga akuisisinya itu pun terbilang rendah, hanya Rp 2 miliar, kalau tidak salah,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya pun berharap agar pemerintah mampu membendung masuknya produk-produk IT dari luar sekaligus memberikan stimulus bagi tumbuhnya aplikasi-aplikasi dalam negeri untuk digunakan negeri sendiri.