Teknopreneur.com- Kementrian Komunikasi dan Informatika RI sepertinya tengah fokus menggarap layanan telekomunikasi di daerah perbatasan. Apalagi alasannya kalau bukan karena wilayah perbatasan juga merupakan aset negara yang harus dijaga. Dan keterbukaan akses telekomunikasi menjadi faktor terpenting dalam menjaga kedaulatan wilayah Republik Indonesia.

Kementrian Komunikasi dan Informatika RI dalam situs resminya mengatakan pada tahun ini akan fokus membuka isolasi komunikasi daerah perbatasan yang ada di Indonesia. Rudiantara, Menkominfo RI mengatakan daerah Kalimantan akan jadi fokus utamanya tahun ini.

“Kami akan menghadirkan selular di daerah perbatasan. Semua daerah perbatasan akan diadakan hanya saja priorotasnya kalimantan. Tahun 2016 daerah terluar dan terpencil jaringan selular akan ada di sana,” ungkapnya.

Menurut Rudiantara, di Kalimantan akan ada 141 BTS yang dibangun. Dalam pembangunan tersebut Kominfo melibatkan pemerintah daerah dimana Gubernur akan membantu penyediaan lahan, Bupati menyediakan bahan bakar dan operator yang akan membangun BTS. Kominfo menurut Rudiantara juga akan mensubsidi sebagian dari biaya VSAT yang dikeluarkan oleh operator.

Hak operasi BTS di daerah perbatasan ini menurut Rudiantara akan diberikan kepada operator yang paling sedikit subsidinya. Dikatakan olehnya yang sudah berjalan saat ini ada lima desa di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dengan Telkomsel sebagai proyek percontohan.

“Operator lain juga akan ditawarkan,” tuturnya.

Lebih lanjut  Rudiantara menjelaskan kalau program ini tidak sama dengan USO periode yang lalu.

“Yang penting ke depan harus lebih relevan, efisien dan efektif terutama msalah governance-nya yaitu check and ballance dan transparansi,” tutupnya.