Teknopreneur.com – Produsen smartphone asal negeri Tiongkok, Xiaomi tahun lalu telah memperoleh angka penjualan sebanyak 60 juta unit tahun lalu. Saat ini, perusahaan sangat berambisi untuk bisa mengalahkan penjualan Samsung sebagai top-selling, dimana untuk saat ini Smartphone Xiaomi meraih posisi ketiga dunia dengan penjualan terbanyak.

Perangkat andalan perusahaan asal Cina itu, Note Mi nantinya bakal dijual dengan harga US$300 yang tadinya seharga dengan US$500. Sementara, untuk keluarga Redmi terlihat lebih terjangkau, pasalnya  hanya dikisaran US$150. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari laman TechCrunch, Senin (19/1).

Sebagai perbandingan, Apple menawarkan produk terbarunya iPhone dibandrol sekitar US$1.000, begitu pula Samsung juga menawarkan harga yang lebih tinggi dari Xiaomi. Jadi bagaimana Xiaomi bisa begitu agresif dengan harga yang rendah?

Wakil Presiden Xiaomi, Hugo Barra tidak banyak berbicara mengenai hal tersebut. lebih lanjut, ia  pun menjelaskan bahwa Xiaomi mampu membuat konsesi harga berkat kombinasi portofolio kecil dan rata-rata lamanya waktu jual per perangkat.

“Alasan kami melakukan pemotongan harga adalah karena kita telah berhasil bernegosiasi dengan para pemasuk untuk menurunkan harga komponen biaya, yang akhirnya memberikan margin besar bagi kami,”katanya.

Dirinya pun mengatakan sebagian besar komponen pada smartphone Xiaomi tetap sama, sehingga untuk rantai pasokan dan komponen sama seperti Redmi 1, yang berarti kita masih mendapatkan diskon yang sama pada komponen. “Kurva biaya Kita bisa terus naik, sehingga memiliki portofolio yang sangat kecil adalah suatu hal yang signifikan, dimana dalam setahun kami hanya mengeluarkan dua keluarga smartphone saja,”ujarnya.