Teknopreneur.com – Tahun lalu merupakan titik dimana mobile commerce (m-commerce) menjadi sangat leluasa berkembang, sehingga pada tahun yang baru memasuki angka 2015 ini diperkirakan akan semakin menggejala. Menurut sebuah laporan terbaru dari Digi-Capital memperkirakan bahwa VC menginvestasikan dana sebesar US$4,2 miliar untuk sektor m-commerce sejak tahun 2014 kemarin.

Dan itu pun terlihat jauh melebihi dari apa yang telah diinvestasikan sejak tahun 2013 lalu, yakni sekitar US$1,2 miliar serta di tahun 2012 yang hanya US$829 juta. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari laman TechCrunch, Minggu (18/1).

Selain itu, banyak juga yang menginvestasikan dananya hingga miliaran dolar ke dalam bisnis yang baru muncul (start-up), seperti Uber dan Pinterest dan juga telah memasuki subsektor m-commerce. Kemudian, start up dengan konsep rekomendasi mengenai pengalaman tempat makan atau restauran yang pernah didatangi, seperti aplikasi buatan lokal yakni Recomine  atau Toresto juga tentunya memiliki potensi yang besar dalam subsektor m-commerce.

Layanan on demand yang muncul di beberapa subkategori baru, yakni valet on-demand, isi ulang gas, pencucian mobil, layanan kesehatan, dan semua sektor yang berbasis aplikasi di Smartphone tentunya memiliki potensi bagi pertumbuhan m-commerce.

Menurut IDC, jumlah perangkat mobile yang dikapalkan diseluruh dunia pada tahun 2015 diprediksi akan mencapai angka 2 miliar unit. Sedangkan jika melihat pasar ritel AS yang baru menyumbang 1% atau sekitar US$3.25 Triliun, artinya di kawasan  tersebut dan kawasan lainnya sangatlah berpotensi untuk mengembangkan m-commerce di tahun 2015 ini.