Teknopreneur.com- Pusat data biasanya diartikan sebagai suatu solusi yang dibangun sekali jadi. Seringkali pusat data dirancang bersama-sama dan di-implementasi dengan pelanggan untuk memenuhi suatu kebutuhan spesifik bisnis mereka.

Namun demikian, dalam masyarakat Web 2.0 modern saat ini, ‘standarisasi pusat data’ dalam skala besar rasanya perlu dikembangkan dengan layanan yang berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lain. Layanan standar pada perangkat keras biasaya terdiri dari tersedia-nya listrik dan pendingin udara dengan infrastruktur yang juga standar. Oleh sebab itu banyak pusat data yang memiliki kemiripan dalam berbagai aspek. Padahal setiap perusahaan pasti memiliki kebutuhan yang berbeda antara satu dan lainnya. Belum lagi masalah pemghematan energi yang harus dilakukan.

Untuk mengatasi permasalahan itu, Rittal RiMatrix S, pusat data pertama di dunia yang menawarkan sesuatu yang baru dan inovatif bagi industri Teknologi Informasi. Sebuah alternatif penghematan bagi pusat data yang dibuat berdasarkan kebutuhan konsumen. Pusat data ini memiliki desain khusus dan memiliki modul yang telah dikonfigurasi dan kompatibel, selain itu konsumsi daya dan efisiensi ratings yang sudah di rancang secara khusus.

Erick Hadi, Managing Director Rittal Indonesia mengatakan  banyak perusahaan yang mengoperasikan pusat data atau layanan cloud perlu berinvestasi pada perbaikan efisiensi energi, seperti diungkapkan oleh survei yang dilakukan atas nama Rittal oleh peneliti pasar IDC.

57% dari responden melaporkan Power Usage Effectiveness (PUE) mereka melebihi 2.0, yang berarti bahwa lebih dari setengah operator pusat data membuang energi dan biaya, sementara mereka dapat menggunakan biaya tersebut untuk kebutuhan lainnya.

Hal menarik lainnya, perhitungan simulasi PUE dilakukan untuk Indonesia menggunakan konfigurasi RiMatrix S Double 9, mensimulasikan metriks-metriks di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa RiMatrix S mampu mencapai PUE antara 1.20 dan 1.35, dengan rata-rata tahunan PUE sebesar 1.256.

RiMatrix S dinilai cocok bagi perusahaan kecil dan menengah dengan menghemat waktu pembangunan pusat data dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan infrastruktur yang sudah ada. RitMatrix S terdiri dari rak, perangkat pendingin, perangkat cadangan daya dan sistem distribusi serta pengawasan. Konsep baru ini banyak diterapkan di Eropa, Amerika dan Asia Pasifik dan telah diterima secara internasional.

“Tujuan dari RiMatrix S dijelaskan oleh Erick adalah untuk memajukan teknologi pusat data, sehingga layanan TI dapat tersedia, termasuk juga keunttungann lainnya yaitu perangkat keras dapat dioperasikan dengan biaya se-efektif mungkin. Dan Tujuan akhirnya adalah mengarah pada penurunan biaya operasional dan penurunan emisi karbon dioksida.

Erick menambahkan bahwa Rittal ingin secara nyata mengubah standar pasar global, melalui pendekatan baru di arena pusat data kecil dan menengah, di seluruh dunia, juga Indonesia.

“Kami berharap dapat menggeser paradigma dalam dunia IT, karena hingga saat ini belum pernah ada pabrikan yang dapat menyediakan solusi pusat data lengkap dalam satu product model number,” tegas Erick.