Teknopreneur.com – Setelah diluncurkannya jaringan 4G Lte mobile di Indonesia oleh operator terbesar. Akses murah untuk 4G harus menjadi insentif kuat bagi produsen smartphone seperti Xiaomi untuk menjual perangkat yang tepat untuk Indonesia.

Dilansir dari Techinasia (16/01) hal itu tidaklah mudah bagi Hugo Barra selaku VP perusahaan. Sementara Xiaomi berencana untuk mengenalkan 4G yang kompatibel Mi Note untuk Indonesia kuartal kedua tahun ini, namun perusahaan China tersebut masih merasa ragu dikarenakan regulasi negara yang tidak jelas. Sebagaimana menurut pemerintahan Indonesia bahwa negara ini diyakini terlalu banyak mengimpor barang dari luar tahun kemarin, maka ada kemungkinan brand seperti Xiaomi harus membayar pajak masuk yang tinggi untuk menjual perangkat 4G mereka di dalam negeri ini.

Namun Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan regulasi tersebut berlaku 2017 nanti, yang berarti Xiaomi dapat menjual perangkat 4G milik mereka di Indonesia. Pemerintah berencana mengganti 1800 megahertz bandwidth negara menjadi 4G bulan depan, dan 2G akan dimatikan, dimana memaksa 1800 juta orang Indonesia harus mengganti handphone lamanya dengan smartphone baru.

Barra berpendapat peraturan di Indonesia tidak cukup jelas, yang bisa dilakukan sekarang hanyalah menunggu dan melihat apa yang akan terjadi. Barra menambahkan Xiaomi sudah mengalami hal seperti ini di Brazil, negara seperti Indonesia, Brazil, dan Meksiko bisa sampai 6 bulan untuk mendapatkan perizinannya.

Barra tetap optimis Mi Note akan menyebar di Indonesia, namun dalam waktu sekarang masih diragukan, Barra mengatakan mereka tidak yakin perangkat 4G seperti apa di Indonesia, karena belum tahu aturannya akan seperti apa, sampai tahu aturan mainnya, mereka cukup dengan menunggu.

 

Penulis: Aswin