Teknopreneur.com- Sudah dapat dipastikan, CEO Sony Kazuo Hirai mendapat tekanan yang sulit belakangan ini, setelah melewati krisis cyberattack pada studio di Hollywood dan komedi kontroversial “The Interview.” Tapi yang boleh dikatakan lebih sulit bisa jadi adalah saat ia harus mempersiapkan rencana kebangkitan bisnisnya.

Baru-baru ini, Sony dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menjual sejumlah unit bisnis, seperti divisi mobile yang selama ini memproduksi smartphone Xperia dan divisi TV.

Sebuah laporan Reuters mengatakan Sony tengah mempertimbangkan penjualan dua divisi tersebut atau membentuk join ventura dengan perusahaan lain. Kabar ini bersumber dari seorang sumber Reuters dari kalangan manajemen Sony.

Sumber tersebut menyebutkan “tidak ada unit bisnis yang selamanya” dan “semua segmen sekarang perlu mengerti bahwa Sony membutuhkan exit businesses”.

Rencana penjualan itu tak terlepas dari pendapatan Sony yang tak kunjung membaik dari divisi mobile dan TV. Penjualan smartphone Xperia tak terlalu mengembirakan, meski Sony telah berupaya menghadirkan ponsel pintar untuk segmentasi low-end dan premium.

CEO Sony Kazuo Hirai pernah menyiratkan pertimbangan untuk melepas dua divisi tersebut pada ajang Consumer Electronics Show di Las Vegas awal Januari lalu.

“Elektronika pada umumnya, bersama dengan hiburan dan keuangan, akan terus menjadi bisnis yang penting. Namun di antara itu ada beberapa divisi perlu dioperasikan secara lebih hati-hati, dan itu mungkin TV dan mobile,” kata Kazuo Hirai.

Tahun lalu, Sony menjual divisi laptop Vaio, dan memberhentikan lebih 5.000 karyawan setelah sebelumnya melakukan hal yang sama terhadap 10.000 karyawan saat Kazuo Hirai mengambil alih posisi CEO.