Teknopreneur.com- Dengan adanya laporan Sony akan mempertimbangkan menjual divisi mobile mereka. Menimbulkan banyak pertanyaan, siapa yang mungkin akan membelinya? Ada kesempatan untuk para pendatang baru untuk bergabung dengan dunia smartphone atau bisa juga dari anggota lawas yang ada untuk membentuk kerjasama dengan Sony.

CEO Sony Kazuo Hirai mengatakan pada CES minggu lalu “Electronics secara umum, bersama dengan hiburan dan keuangan, akan terus menjadi bisnis yang penting. Tetapi di antara itu ada beberapa divisi perlu dioperasikan secara lebih hati-hati, dan itu mungkin TV dan mobile.”

Meskipun Sony belum menyampaikan kemungkinan itu.  Namun ada tanda-tanda Sony terbuka untuk mempertimbangkan penawaran dari berberapa perusahaan.

Nama Xperia tentu menjadi paket yang menarik. Seperti yang diketahui, Sony telah memfokuskan Xperia pada handset high-end selama setahun terakhir, dan dalam keluarga Z3 telah menciptakan beberapa handset yang paling modis dan inovatif dengan fitur yang menonjol termasuk kamera 20 megapiksel dan waterproofing masing-masing handset dan tablet. Meski dalam segi nama merek Xperia tidak sepopuler Galaxy atau Lumia. Setiap calon pasangan atau pembeli mungkin harus bernegosiasi tentang nama ‘Sony’ serta kepemilikan ‘Xperia’.

Siapa pun yang membeli divisi mobile Sony, dengan banyak spekulasi siapakah perusahaan di luar sana yang cocok sebagai pemilik baru dari keluarga Xperia? Berikut adalah lima perusahaan yang berpotensi, dilansir oleh Forbes.

1. Facebook

Setelah berita bahwa Facebook Mark Zuckerberg berbicara dengan Xiamoi tentang kemungkinan investasi, hingga akhirnya dikabarkan gagal, jelas Facebook memiliki peluang untuk menjadi pemilik baru. 

Jaringan sosial semakin mempertimbangkan ponsel sebagai bagian dari masa depan. Facebook memang memiliki skala dan cadangan keuangan yang boleh dikatakan amat mampu membeli divisi Xperia.  Artinya bisa membantu keuangan divisi, dan memberikan Facebook rute langsung dengan pelanggan. Tetapi jika melihat kebelakang, kemitraan sebelumnya dengan HTC gagal untuk pasar dunia, meskipun pertanyaannya tetap mengenai pemasaran HTC (seperti AT & T eksklusivitas, hanya fokus di AS dan harga yang relatif tinggi dibandingkan dengan pasar).

Namun, keuangan Facebook jelas harus dipertimbangkan dalam hal ini

2. Nokia

Ini mungkin akan menjadi pilihan yang romantis yang terjadi di Nokia, setelah kembalinya nama Nokia ke konsumen bersama Microsoft. Kemungkinan sebenarnya adalah yang paling mungkin, jika Foxconn berniat membeli tim Xperia, nama merek Nokia sepertinya akan datang dalam waktu dekat (setelah periode eksklusivitas dinegosiasikan oleh Microsoft habis).mengingat Nokia N1 yang muncul pada dasarnya hanyalah sebuah operasi waralaba, yang belum mampu mengembalikan nama besar Nokia.

3. Amazon

dunia mulai beralih ke buku digital. Itu menyebabkan lonjakan yang besar akan kebutuhan tablet maupun smartphone. Api Phone milik Amazon rupanya belum mampu mengatasi masalah mereka, karena tidak menawarkan cukup pengalaman bagi sebuah smartphone. Amazon mungkinlemah dalam hal ini, tapi Sony kuat.

dengan kekuatan divisi Xperia dalam hal desain dan pengetahuan dalam hal perangkat keras digabungkan dengan insting yang tajam dari Amazon akan menghasilkan sinergi yang kuat.

 
4. Dell

Perusahaan Michael Dell terlihat terus menunjukan minatnya dengan smartphone, tapi tidak pernah melakukan seratus persen atau membuat perbedaan di pasar. Sekarang Lenovo telah membuat sebuah drama yang signifikan untuk bergabung dengan dunia smartphone (melalui pembelian Motorola dari Google), akan Dell melakukan hal yang sama?

Pengalaman dalam manajemen rantai pasokan bisa menjadi kekuatan utama, serta gagasan direct-to-customer penjualan perangkat yang bisa disesuaikan. Pengalaman ini akan menjadi sebuah inovasi yang menarik, dan jika joint-venture antara Dell (manufaktur) dan Sony (konten dan media penjualan) terjadi, pasti banyak yang akan menunggu hasilnya.

5. Yahoo

Marissa Mayer telah melakukan banyak peningkatan daripada kebanyakan CEO Yahoo, tetapi perusahaan masih membutuhkan beberapa kemenangan besar dan proyek-proyek yang bisa terlihat untuk melanjutkan momentum pembangunan. Hardware adalah salah satu pilihan, dan paket Xperia bisa menjadi salah satu taruhan besar bagi reputasi Mayer.

Sejumlah akuisisi yang telah terjadi menunjukkan Yahoo memahami potensi mobile di masa depan (home screen prediksi/peluncur Aviate menjadi contoh utama). Sama seperti Amazon, Yahoo dapat memanfaatkan bisnis dan portal konten untuk bekerja bersama handset, daripada mengandalkan keuntungan dari perangkat keras.

Terlepas dari siapaun yang akan menjadi pemilik Xperia, perlu dicatat bahwa Sony bukanlah produsen Android kecil. Sony memiliki posisi pangsa pasar yang kuat, ia memiliki akses konten yang luas, dan handset yang harus diakui. Bahkan dengan faktor-faktor tersebut, perusahaan ini belum mampu membangun bisnis Android yang layak dan jangka panjang.

Apakah Anda juga berharap ada ponsel Sony yang sedang dikembangkan untuk rilis pada tahun 2015?