Teknopreneur.com- Ada lebih dari 5 miliar rekening ponsel aktif di dunia. Omlis memprediksi masih ada potensi yang luas dalam pembayaran mobile. Seperti yang dilaporan Gartner, bahwa tahun 2014 total transaksi pembayaran mobile diperkirakan mencapai angka US$325 miliar, naik 38% dari tahun sebelumnya. Di tahun 2013  transaksi pembayaran mobile di seluruh dunia mencapai US$235,4 miliar, tumbuh 44% dari tahun 2012 dengan nilai US$163,1 miliar.

Secara regional, nilai transaksi mobile payment Asia Pasifik tumbuh 38%, lebih tinggi daripada Amerika Utara atau Eropa Barat, mencapai mencapai US$74 miliar tahun lalu. Di kawasan ini, handphone dominan digunakan sebagai saluran belanja ritel, di mana 32% konsumen berbelanja untuk barang dengan ponsel mereka sedangkan  21% belanja pada PC. Dengan adopsi teknologi ini, pasar Asia menyumbang sekitar US$74 miliar tahun 2013.

Negara yang dominan menggunakan mobile payment adalah Jepang. Sebagian besar digunakan untuk pembelian tiket. Gartner memperkirakan China akan membentuk bagian terbesar pengguna mobile banking pada 2019. Pembayaran P2P juga telah diadopsi di India, di mana sebagian besar pengguna mengirim uang kepada teman atau anggota keluarga via perangkat selular. Penyebaran transaksi mobile di pasar negara maju seperti Korea Selatan dan Singapura dan di pasar berkembang seperti India diharapkan mendorong pertumbuhan yang sehat di wilayah ini.

Bahkan Gartner memprediksi tahun  2016, Asia Pasifik memiliki peluang menyalip Afrika menjadi wilayah terbesar dengan nilai transaksi mencapai US$165 miliar. Sedangkan nilai transaksi Afrika diperkirakan hanya akan mencapai US$160 miliar pada 2016 . Yah, semoga Indonesia sebagai salah satu negara berkembang di kawasan ini juga mampu mendorong pertumbuhan digital payment yang positif di kawasan ini ya.