Teknopreneur.com – Tak dapat dipungkiri teknologi telah menjadi bagian dari hidup kita, termasuk anak-anak. Untuk itu, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, terutama jenis aplikasi apa yang tepat untuk anak-anak, baik itu berupa game atau program yang dapat memberikan pembelajaran untuk anak.

Co-founder sekaligus CEO JoyTunes, Yuval Kaminka menyatakan anak-anak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bermain dengan tablet ataupun smartphone mereka, dan tidak banyak waktu untuk bermain di luar apalagi untuk belajar. “Mereka akan kehilangan keterampilan karena terlalu banyak menghabiskan waktu bermain video game,”katanya. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari laman TechCrunch, Sabtu (10/1).

Menurut penelitian dari Joan Ganz Cooney Center menunjukkan kurang dari setengah anak-anak antara usia 2-10 yang menggunakan waktu bermain dengan gadget dengan melibatkan materi pendidikan. Seharusnya para orang tua mencari cara agar anak-anak  yang gemar bermain gadget dapat menyalurkannya ke aplikasi atau program yang memiliki unsur pembelajaran, sehingga dapat memberikan pengalaman yang berarti serta nilai positif bagi tumbuh kembang pola pikir anak.

Namun, aplikasi game yang berisi materi pendidikan diharapkan dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan, meskipun saat sedang liburan sekolah. Nilai hiburan yang terdapat pada game dapat memotivasi penggunanya agar tidak bosan.

Selain itu, menurut penelitian New York University menunjukkan bahwa permainan yang dirancang dengan baik dapat memotivasi siswa untuk belajar mata pelajaran yang kurang populer, seperti matematika dan belajar dalam bentuk game amat diminati oleh para siswa untuk memahami materi pelajaran bahkan membuat anak menjadi lebih fokus.

Artinya, penggabungan unsur game dan materi pelajaran dapat membantu siswa untuk memahami semua materi pelajaran. Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan teknologi mulai atau bahkan sudah membuat aplikasi game yang juga sekaligus menjadi sarana belajar untuk anak-anak.