Teknopreneur.com – Pernah terbayangkan semua perangkat dirumah Anda dapat bekerja secara otomatis, seperti melakukan sebuah kode  terhadap beberapa perangkat rumah. Ya, Internet of Things (iOT) bisa membuat perangkat rumah Anda memiliki pikiran sendiri dan dapat memberikan pesan kepada perangkat lainnya yang saling terhubung.

Namun, dibalik kecanggihan itu semua, ternyata iOT memiliki risiko yang dapat mengancam keamanan serta privasi dari si pemilik Smarthome. Para ahli keamanan dan regulasi juga telah memberikan peringatan akan terjadinya tidak pencurian password yang dilakukan oleh para peretas.

Hal tersebut seperti yang dikutip dari NewYork Times, Kamis (8/1). Saat ini ancaman bagi keamanan Smarthome boleh dibilang cukup baik, karena sejauh ini belum ada kejadian tentang hacker yang mencoba membobol Smarthome.

Hingga saat ini para peretas hanya mengincar database perusahaan teknologi informasi (TI) besar ataupun kartu kredit orang-orang yang telah menjadi targetnya. Meski begitu, semakin terhubung perangkat berarti semakin banyak data dan peralatan dapat mengumpulkan sekitar kita. Bahwa data dapat dibagi dengan cara kita tidak mengantisipasi atau dapat diungkapkan sebagai bagian dari pelanggaran yang lebih besar.

Ketua Komisi Perdagangan Federal, Edith Ramirez dalam sebuah pameran teknologi Consumer Technology Show (CES) di Las Vegas mengatakan kecenderungan begitu banyak di dunia internet. “Setiap perangkat yang terhubung ke internet berisiko dibajak,”katanya.

Selain itu, risiko semakin banyak perangkat yang terkait dengan keselamatan fisik ataupun harta benda di rumah seperti, seperti mobil kami, perawatan medis dan Smarthome.” Dirinya pun menuturkan kekhawatirannya terhadap faktor keamanan sebagaimana data tersebut merupakan data informasi pribadi, sehingga rawan terjadi yang namanya penyalahgunaan informasi.