Teknopreneur.com – Berdasarkan penelitian Nielsen Media Research, jumlah transaksi online yang dilakukan oleh pengguna internet di Indonesia mencapai angka Rp1 triliun pada tahun 2011. Dimana pendapatan yang diperoleh transaksi online untuk bidang Tour & Travel di Indonesia baru mencapai Rp100 miliar.

Jika dibandingkan dengan transakasi konvensional mungkin angka ini sangat kecil. Namun, ini juga bisa diartikan sebagai peluang pasar e-Tourism di Indonesia yang masih sangat besar.

Dikarenakan menurut CFO Tiket.com, Dimas Surya nilai pendapatan e-tourism pada tahun 2014 akan meningkat tajam. Dirinya pun menuturkan pendapatan terbesar masih datang dari wisatawan mancanegara yang  mencapai 80%. 

“Kendati hanya 20%, potensi wisatawan lokal tentunya dapat terus dikembangkan,”katanya. Ia pun menambahkan itupun belum termasuk transaksi online, seperti pemesanan tiket penerbangan, penyewaan kendaraan, kuliner dan bisnis lainnya.

“Saya yakin potensi ini akan terus tumbuh di Indonesia,”ujarnya. Untuk saat ini, memang e-tourism bukanlah bisnis yang memberikan pendapatan besar, tetapi melihat penetrasi pengguna internet ditambah dorongan perangkat mobile membuat bisnis yang satu ini memiliki prospek yang amat cerah.