Teknopreneur.com- Angkutan Lingkungan listrik, atau dikenal bajaj listrik baru-baru ini diujicobakan. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  dan Emanuel K, Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub DKI Jakarta bahkan sempat memcobanya.

“Suaranya lebih halus,” ucap Emanuel.

Mungkin pengusaha kendaraan umum, terutama angkutan lingkungan (bajaj) merasa bingung. Pasalnya belum selesai wacana pengalihan bbm ke bbg untuk alasan penghematan bbm, sudah muncul lagi bajaj listrik yang tinggal diisi baterainya dengan di cas saja.

Menaggapi hal ini, Emanuel mengatakan saat ini yang dilakukan pemerintah adalah mendukung peralihan maupun substitusi BBM ke bahan bakar ramah lingkungan.

“Bisa bbg ataupun listrik,”

Dalam peralihan BBM ke BBG, angkutan lingkungan memang menjadi fokus utama. Sementara angkutan lain seperti mikrolet maupun bis belum mampu disegerakan karena infrastruktur yang belum mapan seperti SPBG. Di Jakarta baru ada 7 SPBG yang beroprasi angka ini belum mampu mencukupi kebutuhan semua angkutan umum jika ingin beralih ke BBG. Meski dibanding solar harga BBG jauh lebih murah. Rp. Rp7.250 berbanding Rp 3.100.

Sementara untuk angkutan lingkungan listrik (bajaj listrik) meski dinilai lebih ramah lingkungan dan hemat dari pada bajaj BBG masih belum bisa dipastikan kapan bisa dioperasikan.

“Tahapannya masih panjang. Tapi kita mengapresiasinya,” terang Emanuel.

Semoga apapun peraturan pemerintah nantinya, tak membuat para pengusaha angkutan umum bingung hendak menerapkan peraturan yang ini atau yang itu.