Teknopreneur.com- Lagi, masalah layanan cloud menimbulkan masalah bagi pelanggan. Setelah November lalu Microsoft Azure mengalami pemadaman di seluruh Amerika Serikat, Eropa, dan bagian Asia karena adanya kesalahan teknis. Kemarin (6/1) Verizon memperingatkan pengguna layanan cloud tentang masalah pemadaman selama dua hari di akhir pekan ini dikutip melalui infoworld.com.

Perusahaan mengkonfirmasi pemadaman dilakukan untuk pemeliharaan selama dua hari mulai pukul 01:00 (Eastern Time). Pada hari Sabtu, 10 Januari Pengguna diberitahu untuk menutup mesin virtual mereka satu jam sebelum pekerjaan pemeliharaan dimulai.

Akibatnya adalah pengguna Verizon Cloud tidak akan dapat mengakses layanan cloud, apakah itu email berbasis cloud atau data dan aplikasi yang tersimpan di awan, selama pemadaman.

Langkah ini sangat mengejutkan bagi Dan Olds, analis dari Gabriel Consulting Group. Menurutnya, untuk pelanggan mereka, dua hari bisa menjadi waktu yang sangat mengganggu.

“Dua hari pemadaman, untuk alasan apapun, adalah masalah yang sangat besar untuk pelanggan enterprise cloud,” ucap Olds.

“Pemadaman ini benar-benar tidak dapat diterima kecuali itu karena bencana,” tambah Olds.

Dalam kasusbencana pun, sebagian besar perusahaan memiliki rencana solusi yang baik untuk menjaga agar perusahaan bisa tetap berjalan, atau akan memungkinkan mereka untuk cepat dapat melakukan aktivitas kembali.

Verizon, nampaknya harus lebih sensitif menanggapi keinginan konsumen. Apalagi Verizon merupakan pendatang baru di layanan cloud setelah ada banyak perusahaan lain seperti Amazon, IBM, Microsoft, dan Google. Pemadaman ini hanya akan mempengaruhi layanan Verizon Cloud untuk pelanggan perusahaan, yang baru saja muncul pada kuartal ketiga 2014.

Frank Gens, analis IDC mengatakan bahwa itu tidak biasa bagi vendor awan untuk jadwal pemeliharaan.

“Empat puluh delapan jam tampaknya sangat berlebihan. Belum lagi masalah pasar yang semakin menuntut, juga persaingan dari Amazon, Google, Microsoft, IBM, dan lain-lain,” tambah Gens.

Olds bahkan berani bertaruh bahwa banyak dari pelanggan yang tergesa-gesa men-download data sebelum pemadaman dimulai.

Menanggapi ini, seorang juru bicara Verizon mengatakan masalah ini mempengaruhi sekitar 10% dari pelanggan perusahaan cloud perusahaan.

Di Indonesia layanan cloud memang belum menjadi pilihan utama, salah satunya karena maslah keamanan yang masih dipertanyakan. tapi yang jelas bagi sebuah vendor cloud keandalan dan uptime adalah dua faktor penting untuk menarik pelanggan baru. Offline selama dua hari rasanya buka pertanda baik meskipun untuk alasan pemeliharaan.

 

Foto: www.cmitsolutions.com