Teknopreneur.com- Lenovo Group membawa smartphone Motorola kembali ke Cina pada bulan Februari. Sebagai group, Lenovo akan berupaya menumbuhkan bisnis smartphone di tengah persaingan sengit dengan perusahaan-perusahaan lokal seperti Xiaomi dan Huawei.

Lenovo akan menawarkan Moto X di Cina pada bulan Februari. Moto X Pro dengan layar 6 inci dan setelah itu akan tersedia Moto G, menurut sebuah posting di situs Motorola dikutip dari forbes.com. Lenovo pada bulan Oktober menyelesaikan proses akuisisi Motorola Mobility dari Google senilai US$ 2,91 miliar. Selama ini, Motorola telah absen di Cina selama sekitar dua tahun.

Saham Lenovo telah naik 2,9% menjadi HK$10,38 per 11:51 waktu setempat.

Lenovo, produsen personal komputer di dunia, bertaruh pada penjualan smartphone untuk membantu memerangi penurunan permintaan PC di dunia. Namun meski begitu akuisisi ini adalah tantangan besar bagi Lenovo karena persaingan lokal akan ketat.

Lihat saja pesaing mereka, vendor smartphone Cina Xiaomi mengatakan pendapatan sudah meraih dua kali lipat menjadi $74,3 miliar yuan (US$11,97 miliar) pada tahun 2014, dan pengiriman Smartphone juga meningkat 227% menjadi 61 juta unit pada periode yang sama.

Ada pula Huawei yang juga berkembang, dengan data pengiriman smartphone naik menjadi 75 juta unit pada tahun 2014. Sementara pendapatannya naik hampir sepertiga untuk US$11,8 miliar tahun lalu, menurut laporan Reuters.

Gene Cao, seorang analis di Forrester Research menyarankan cara terbaik untuk Motorola mengambil potongan pasar Cina adalah menargetkan konsumen high-end.

“Lebih baik bagi mereka untuk fokus pada penawaran produk beberapa untuk membedakan merek dari Xiaomi dan Huawei,” ujar Cao.

Apakah Motorola akan mengikuti saran ini? Atau justru tetap memilih tumbuh di semua segmen pasar?

 

Foto: www.tweaktown.com