Teknopreneur.com- “Siapa bilang Indonesia tak bisa lagi melakukan swasembada beras? Bisa kok, kata, “kata Dr Ir Chandra Indrawanto, Kepala Bagian Kerjasama Hukum Organisasi dan Humas Balitbangtan. Sebenarnya sejak tahun 2014 Indonesia itu masih cukup persediaan berasnya. Hanya saja permintaan dari hotel-hotel di Indonesia yang ingin berasnya berbeda yang di produksi di Indonesia.

Mereka lebih menginginkan beras dari Thailand atau beberapa negara tetangga lainnya. Selain itu impor yang dilakukan tahun lalu juga diperuntukan untuk saving jika terjadi bencana.  Makanya tahun lalu impor tetap dilakukan.

Badan Pusat Statistik mencatat, di tahun 2013  kebutuhan beras mencapai 72,06 juta ton GKG. Dan impor yang dilakukan baru 0,47 juta ton, karena Indonesia baru bisa memproduksi beras 71,28 juta ton. Sedangkan di tahun 2014 kebutuhan naik menjadi 73,21 juta ton sedangkan 69,87 juta ton.

Dan diprediksikan tahun ini Indonesia tak lagi impor beras karena kebutuhan bisa dipenuhi sendiri. Dan pencanangan swasembada beras di tahun 2017,” kemungkinan bisa berhasil, katanya Chandra dengan optimis.Cara yang dilakukan agar swasembada beras bisa terlaksana maka ada lima target yang harus diperbaiki, yakni irigasi, benih,pupuk, mekanisasi pertanian dan perbanyak penyuluh pertanian.