Teknopreneur.com – Dua atau tiga kelompok industri global seakan berlomba-lomba untuk mengembangkan standar teknologi wireless charging yang akan membawa konsumen kepada sebuah pengalaman baru dengan meniadakan kabel listrik untuk mengisi baterai gadget mereka. Hal itu, seperti yang dikutip dari Reuters, Senin (5/1).

Untuk yang tergabung dalam Aliansi Wireless Power yang diikuti oleh perusahaan teknologi ternama, yakni Intel, Qualcomm, serta Samsung Electronics. Sedangkan untuk aliansi Power Matters Alliance yang didukung oleh Procter & Gamble serta Starbucks Corp, mengatakan mereka akan bergabung dalam sebuah entitas baru yang bertujuan mempercepat adopsi pengisian nirkabel dalam perangkat konsumen.

Kedua kelompok tersebut menandai sebuah sinyal baru bagi industri menuju kerangka yang telah disepakati, seakan mendesak para produsen untuk memasukkan teknologi wireless charging yang bakal digunakan baik itu untuk smartphone, tablet, maupun gadget lainnya.

Hal ini  menunjukkan, Teknologi pengisian perangkat yang tak memerlukan kabel listrik sebenarnya sudah ada, tetapi masih banyak yang perlu diperbaiki agar lebih mudah dalam penggunaan. Menurut perusahaan periset pasar IHS, pada tahun 2018 pasar wireless charging diperkirakan bernilai US$8,5 miliar.

Selain itu, ada aliansi ketiga bernama Power Consortium Wireless yang juga meliputi nama perusahaan teknologi besar, seperti Nokia dan Philips. Ketiga aliansi industri itupun menggunakan skema teknologi yang sama, yakni dengan memanfaatkan sebuah kumparan di dalam perangkat dengan mengambil muatan listrik dari kumparan pemancar yang terdapat di permukaan pengisian.