Teknopreneur.com-Swasembada beras sudah dicanangkan. Siap tidak siap, Indonesia harus menjalankan.  Jika dengan cara tradisional agak sulit untuk mewujudkan. Maka diperlukan inovasi untuk meningkatkan produktivitas beras agar tak lagi tergantung dengan negara luar setidaknya bisa memenuhi kebutuhan lokal.

Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian dibawah Kementerian Pertanian pun tak hentinya menciptakan inovasi-inovasi tersebut, salah satunya dengan indo jarwo transplanter. Sebuah mesin pertanian yang didesain untuk menanam bibit padi. Sehingga lebih efektif dan efisien saat penanaman.

Ditambah lagi tak mesti menggunakan tenaga kerja yang banyak. Karena saat ini Indonesia memang kekurangan petani. Jadi dari satu tanam yang sudah ada di petani mampu menggantikan 20 tenaga kerja tanam perhektar sehingga mampu menurunkan biaya tanam sekaligus mempercepat waktu tanam.  . Mesin tanam padi jajar legowo 2:1 ini bisa digunakan untuk penanaman padi metode tegel.

“Mesin yang baru dibuat tahun lalu ini ini sudah di uji coba di daerah Jawa Barat, tinggal proses penyempurnaanya saja. Dan akan segera diproduksi masal lalu akan dijual ke perusahaan pertanian swasta, “kata Dr Ir Chandra Indrawanto, Kepala Bagian Kerjasama Hukum Organisasi dan Humas Balitbangtan.