Teknopreneur.com – Sudah menjadi kewajaran jika industri pendidikan sangat menyerap setiap perkembangan di dunia IT. Menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM), Eko Indrajit. “Berdasarkan riset, pendidikan sebagian besar dipengaruhi oleh IT. Ada sejumlah alasan kenapa hal IT menjadi demikian di dunia pendidikan,”ujarnya.  Menurut Eko, ini terkait dengan fenomena digitalisasi yang mana sekarang menjadi tren di hampir seluruh dunia. Selain itu, kecepatan teknologi yang terus berkembang sehingga memaksa peran teknologi pun menjadi demand bagi dunia pendidikan.

Ditambah lagi dengan kemampuan  teknologi menembus ruang dan waktu dan didukung keterbatasan memori manusia yang tidak selalu dapat menghafal semua materi yang diberikan. Dengan adanya fenomena itu maka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa keberadaan IT sangat dibutuhkan.  Sayangnya, sarana dan prasarana yang dimillki oleh sekolah seringkali kurang mendukung untuk dilakukan digitalisasi.

Padahal, sebuah sistem yang baik tentu membutuhkan infrastruktur yang mendukung, namun pada kenyataannya banyak sekolah kecuali swasta tertentu—yang minim infrastruktur. Alih-alih komputer dan jaringan internet, papan tulipun masih menggunakan kapur. Memang persoalan ini terkait dengan alokasi dana yang dianggarkan oleh pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Kemudian dari sisi siswa dan orang tua. Paradigma bahwa sekolah itu harus hadir, tertib, membawa buku, mencatat, lalu mendapat nilai, masih sangat kuat menempel di benak masyarakat. Tentu saja butuh waktu dan komunikasi yang intens untuk bisa memberi pemahaman bahwa belajar bisa melalui pola yang berbeda dari yang biasa dilakukan. Dan belajar bisa dilakukan di mana saja sepanjang sistem dan teknologinya sudah digunakan. Dan kesadaran bahwa un- tuk menggunakan teknologi dalam dunia pendidikan demi mencapai kualitas yang lebih baik, pastinya ada cost yang harus dikeluarkan.beri pemahaman bahwa belajar bisa melalui pola yang berbeda dari yang biasa dilakukan. Dan belajar bisa dilakukan di mana saja sepanjang sistem dan teknologinya sudah digunakan. Dan kesadaran bahwa untuk menggunakan teknologi dalam dunia pendidikan demi mencapai kualitas yang lebih baik, pastinya ada cost yang harus dikeluarkan.