Teknopreneur.com– Pusat perhatian dunia sepertinya akan mengarah ke Hong Kong sebagai tujuan para startup. Selain pengaturan bisnis yang efisien, sistem hukum yang kuat, lingkungan peraturan yang tak terlalu ketat dan sistem pajak yang sederhana, dan yang paling penting, salah satu keuntungan terbesar Hong Kong adalah kedekatannya dengan ekonomi terbesar di dunia.

Apalagi kalau bukan Cina.  Cina menjadi tujuan ekspansi utama untuk banyak startups asing, terutama di sektor energi hijau. Selain menyalip Jerman sebagai pasar terbesar di dunia untuk tenaga surya pada tahun 2013, China juga telah melampaui AS dalam investasi hemat energi menghabiskan US$4,3 miliar pada smart grid pada tahun yang sama. Menurut Status laporan Global 2014, Cina
telah berinvestasi sebesar US$56,3 miliar dalam proyek tenaga angin, surya dan energi terbarukan.

Lin Boqiang, Direktur Cina Center untuk Penelitian Energi Ekonomi di Universitas Xiamen mengatakan melalui usa.chinadaily.com.cn sepuluh tahun yang lalu, dunia melihat sebagian besar penyebaran dan pembuatan energi terbarukan terjadi di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Tapi kini Cina telah menjadi pemimpin dunia dalam manufaktur  terbarukan dan kapasitas terpasang. Yang memiliki peningkatan investasi di sektor ini hampir setiap tahun selama dekade terakhir.

Cina memang telah menjadi sarang bagi teknologi masa depan, Cina juga telah menjadi pusat manufaktur dunia untuk beberapa tahun sekarang. Lihatlah, Shenzhen yang mudah diakses dari Hongkong, telah dijuluki sebagai ibukota elektronik. Tak mengherankan bukan, jika ke depan akan banyak perusahaan asing mendirikan perusahaan di sana.