Teknopreneur.com- Pihak Kemenhub melalui Djoko Murjatmodjo, Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara mengkonfirmasi serpihan pesawat AirAsia QZ8501. ditemukan sekitar 100 mil barat daya dari Pangkalan Bun dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Dengan potongan reruntuhan ditemukan, peneliti sekarang dapat mulai bersama-sama merangkai kemungkinan apa yang terjadi dan bagaimana itu terjadi. Prioritas pertama yang harus dilakukan adalah untuk menemukan kotak hitam yang merupakan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan. Karena durasi penerbangan hanya sekitar 40 menit, perekam suara kokpit akan berisi semua percakapan kokpit selama seluruh penerbangan. Ini akan sangat berharga untuk peneliti karena mereka akan tahu persis apa pilot sedang mendiskusikan untuk seluruh rute penerbangan.


Perekam data penerbangan akan mencatat sejumlah titik data. Informasi akan melacak ketinggian pesawat, kecepatan, arah penerbangan, dll selama penerbangan. Data ini juga akan mencatat posisi kontrol penerbangan dan tindakan pilot pada kontrol-kontrol selama seluruh penerbangan. Analisis informasi ini akan sangat penting untuk menentukan urutan kejadian yang mengarah ke kecelakaan.

Selain menemukan kotak hitam, puing-puing yang ditemukan juga akan sangat berguna  untuk menghasilkan informasi penting tentang bagaimana kecelakaan itu terjadi. Para peneliti sepertinya memerlukan bagian dari pesawat yang terendam untuk dilakukan pemeriksaan. Sebagai contoh, jika perekam menunjukkan kegagalan struktural, maka potongan struktur harus dibawa ke laboratorium untuk menentukan bagaimana dan mengapa bisa terjadi. Hal yang sama berlaku jika ada komponen yang terlibat dalam kecelakaan itu. Komponen perlu diambil dan dianalisis di laboratorium.

Di Amerika Serikat seperti yang dilaporkan Forbes.com National Transportation Safety Board (NTSB) membutuhkan sebagian besar puing-puing untuk analisis. Tetapi di Indonesia kita masih belum tahu apakah penyidik akan melakukan hal yang sama.

Satu lagi yang penting adalah selain mengumpulkan korban-korban kecelakaan untuk dikembalikan kepada anggota keluarga mereka, pemeriksaan medis ternyata memberikan dampak yang berguna bagi dunia penerbangan di masa datang. karena melalui otopsi selain  untuk menentukan penyebab kematian juga berguna dalam perbaikan survivability kecelakan, termasuk memperbaiki desain kursi dan penguatannya.