Teknopreneur.com –Pemerintah seakan belum konsisten dengan harga BBM. Baru 18 November 2014 lalu harga BBM naik Rp 2000, besok 1 Januari 2015 harga BBM akan turun.  Entah apa alasannya, masyarakat seolah dipermainkan dengan kebijakan yang berganti hampir tiap bulannya.

Untuk mengantisipasi naik turunnya tersebut maka diperlukannya energi alternatif pengganti BBM. Berikut lima energi alternatif tersebut, pertama Biofuel berbahan baku alga. Menurut Ahmad Bambang Direktru Pemasaran dan Perdagangan, PT Pertamina, Alga bisa dijadikan energi alternatif karena lebih cepat dihasilkan. Selain itu dengan keuntungan mikroalga juga bisa mengurangi emisi karbondioksida dan merupakan bahan baku non makanan sehingga tidak ada persaingan dengan pertanian.

Kedua,energi alternatif yang dihasilkan oleh mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri, Universitas Trisakti, Solar Air. Mereka berhasil membuat mesin yang dapat menghasilkan penghematan bahan bakar solar. Solar Air ini mampu menghemat 10% kinerja, dari proses peleburan antara solar 70% dicampur dengan zat adiktif 20% dan air 10%.

Ketiga,Bahan Bakar Gas, energi alternatif ini sudah diperkenalkan pertamina di tahun 1986 namun baru dijadikan energi alternatif utama di tahun 2000an. Energi alternatif ini sudah digunakan di angkutan umum seperti Bus Trans Jakarta. Terlihat tiga kali kenaikan harga BBM, ongkos naik Bus Trans, tetap sama Rp 3.500.

Keempat, energi alternatif dari nira aren. Dari nira aren yang usianya mencapai 6-12 tahun yang bisa menghasilkan 8-22 liter nira aren maka akan memperoleh 1 liter etanol  dengan kadar alkohol 70-90%.

Kelima Cocodiesel, energi alternatif dari daging buah kelapa. Cocodiesel dapat secara langsung digunakan atau dicampur dengan solar. Nira dan air kelapa dapat juga dibuat bioetanol. Perkebunan kelapa bisa menghasilkan gula 19 ton/hektar/tahun setara dengan 12,9 m3 bioetanol/hektar/tahun. Air kelapa melalui proses penambahan starter, fermentasi, destilasi, dan dehidrasi, akan dihasilkan bietanol.

Dengan lima energi alternatif tersebut maka diharapkan bisa mengantisipasi, kalau-kalau kebijakan BBM akan berubah lagi.