Teknopreneur.com – 2014 akan dikenang sebagai tahun yang produktif bagi produk wearable yang telah masuk ke dalam arus utama dari Silicon Valley. Raksasa teknologi seperti Apple, Google, Microsoft, Intel, Qualcomm juga terus berlomba dan berinovasi dalam menciptakan produk wearable yang laku di pasaran.

Adapun Pemain lama seperti Fitbit dan Jawbone telah memperkenalkan beberapa produk baru dengan penawaran yang inovatif. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari TechCrunch, selasa (30/12).

Menurut lembaga keuangan yang berbasis di Swiss, Credit Suisse diperkirakan pasar untuk produk wearable bisa mencapai US$50 miliar dalam 5 tahun ke depan. Sementara, menurut lembaga keuangan asal Amerika, Morgan Stanley pasar produk wearable bisa mencapai US$1,6 triliun.

Pada 2015, pasar wearable akan mencapai titik tipping point, sehingga akan menjadi tahun adopsi pasar massal atau bisa disebut sebagai pertumbuhan besar-besaran dalam 5 tahun berikutnya. Di mana inovasi dalam perangkat keras tersebut sangatlah bergantung pada perangkat lunak yang memiliki kecerdasan, sehingga perangkat tersebut dapat memunculkan data yang diperoleh dari software intellegence.

Akan tetapi, produk wearable tersebut perlu memperluas jejak informasi agar data yang diperoleh dapat terus ditindaklanjuti. Bayangkan seorang pengguna perangkat wearable yang dilengkapi dengan software intellegence, sehingga orang tersebut dapat mengetahui kapan dan bagaimana ia harus berolahraga, bagaimanakah pola tidur yang baik, atau komposisi gizi makanan yang tepat sehingga mempengaruhi kinerja mereka.

Banyak hal lainnya, yang bisa dilakukan oleh produk wearable dengan kemungkinan yang tak terbatas, karena kecanggihan software dalam menginterpretasikan data terus mengalami pertumbuhan. Dalam hal ini, produk wearable  tak ubahnya dengan kategori perangkat keras lainnya yang cepat berkembang setelah memanfaatkan software intelligence  salah satunya, yakni Smartphone.