Teknopreneur.com – Smartphone produkan Cina, Xiaomi telah bermetamorfosa dari perusahaan teknologi rintisan atau start up, kini mampu bersaing di pasar smartphone global hanya dalam waktu empat tahun setelah didirikan. Perusahaan yang tadinya hanya bermodalkan US$1,1 miliar, kini nilai saham perusahaannya telah mencapai US$45 miliar dan melampaui aplikasi pemesanan taksi –Uber— yang hanya bernilai US$40 miliar.

Hal tersebut, seperti yang dikutip dari BBC News, Selasa (30/12). Bukan hanya dapat memasuki pasar smartphone global, bahkan telah masuk dalam jajaran penjualan smartphone terbesar di dunia yang berada di belakang Samsung dan Apple.

Dalam sebuah posting di Facebook, Co Founder sekaligus Presiden Xiaomi , Lin Bin menyatakan perusahaan yang menjadi investor bagi Xiaomi, yakni All-Stars Investment, DST Global, Hopu Investment Management, Yunfeng Capital, dan Singapore sovereign wealth fund GIC. “Ini merupakan penegasan dari pencapaian yang baik dalam empat tahun terakhir, dan sebagai fase baru bagi perusahaan,”katanya.

Selain itu, Xiaomi juga akan memperkenalkan  perangkat terbarunya yang digadang-gadang bakal menjadi produk andalan pada awal tahun. Smartphone asal negeri Tiongkok ini terlihat bakal mendominasi pasar, karena telah berhasil mengalahkan penjualan Samsung pada tahun ini dan menjadi perusahaan dengan ekonomi terbesar kedua di Cina.

Sebagaimana perusahaan yang berbasis di Beijing itu, telah menetapkan target penjualan 60 juta unit smartphone pada tahun 2014 ini atau kurang-lebih selisih 20 juta unit dari tahun 2013.