Teknopreneur.com –Menurut beberapa pakar IT, yakni Michaels, Goodwill, dan Neiman Marcus serangkaian peristiwa besar di 2014 mengenai pelanggaran keamanan di dunia internet, seperti lembaga keuangan dunia JP Morgan Chase, informasi pribadi yang bocor di lebih dari 83 juta pengguna internet dan kalangan pebisnis dengan file yang tercuri lebih dari 100 terabyte, dan peristiwa yang masih hangat diperbincangkan dari Sony Pictures, sehingga mengakibatkan keamanan data yang berada di dunia maya dipertanyakan, karena serangkaian serangan peretas seakan merajalela di tahun 2014.

Hal tersebut, seperti yang dikutip dari TechCrunch, Minggu (28/12). Banyak perusahaan yang mengalami kerugian dari peristiwa hacking tersebut, bahkan perusahaan teknologi pun tidak luput dari serangan para hacker, seperti eBay, Snapchat, begitu pula lembaga ataupun organisasi pemerintahan juga menjadi incaran mereka.

Tak tanggung-tanggung, dari serangkaian insiden kejahatan di dunia internet yang terjadi pada tahun 2014, diperkirakan kerugiannya mencapai ratusan miliar dolar. Oleh karena itu, banyak perusahaan kini secara dramatis meningkatkan anggaran untuk cyber security mereka di tahun 2015, beberapa ahli tersebut memproyeksikan bahwa alokasi anggaran untuk kemanan internet akan terus meningkat.

Menanggapi hal itu, Gartner memperkirakan bahwa pasar cyber security global akan meningkat dari US$67 miliar pada tahun 2013 menjadi US$93 miliar pada tahun 2017. Sementara itu, Menurut CB Insights, pada tahun 2013 beberapa perusahaan capital venture sudah menginvestasikan US$ 1,4 miliar pada 239 perusahaan cyber security.

Kesadaran para perusahaan bahwa keamanan internet mereka adalah tanggung jawab bersama, terbukti selama enam bulan pertama 2014, investasi untuk cyber security sudah mencapai US$894 juta. Dan para analis pun memproyeksikan tren ini akan berlanjut pada tahun 2015, karena permintaan untuk inovasi dalam kategori ini tetap tinggi.