Teknopreneur.com- Peraturan Walikota Bandung yang mewajibkan pegawai negeri sipil  memiliki twitter kini  sudah diterapkan. Kenapa kewajiban untuk menggunakan media sosial lokal tidak coba diterapkan di Indonesia, kata Dani Firmansyah, Direktur Klik Indonesia.

Karena saat ini pengguna media sosial di Indonesia, membludak. Peringkatnya mencapai empat di dunia. Sayangnya para pengguna medsos tersebut secara tak sadar suka mengshare data pribadi mereka.“ Padahal serve medsos kita tak ada di Indonesia, melainkan Singapura. Kalo kita bermasalah dengan tetangga kita itu dengan mudah rahasia negara kita dibongkar. Dan mereka bisa tahu dimana letak kelemahan kita,”katanya.

Makanya diperlukan sebuah regulasi khusus, kalo semua penduduk Indonesia diwajibkan untuk mengganti Facebook, Twitter atau medsos lainnya dengan begitu bisa menghemat S$500 juta Twitter US$120juta, dan gabungan media sosial seperti Linkedin, Google+, WhatsApp,Line dan lain-lain juga mencapai US$500 juta.  

“Daripada uangnya dibuang secara percuma ke tetangga sebelah lebih baik untuk subsidi BBM saja,” tambahnya. Saat ini Klik Indonesia, sedang berusaha mengadakan pendekatan ke Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, agar regulasi ini segera dibuat. Karena agak sulit membujuk orang Indonesia untuk pindah ke medsos lokal.  Kebanyakan alasannya, baru sedikit medsos lokal yang digunakan temannya. Jadinya lebih memilih medsos luar