Teknopreneur.com – Coba saja Anda bayangkan, film kontroversial garapan Sony Pictures The Interview, telah menjadi film online nomor satu setelah diperkenalkan pada 24 Desember kemarin. Bagaimana tidak, film tersebut telah berhasil meraup keuntungan hingga US$15 juta dan berhasil memperoleh dua juta unduhan hanya  berselang empat hari semenjak pertama kali ditayangkan secara online.

Hal tersebut seperti yang dikutip dari BBC News, Senin (29/12). Film tersebut menceritakan tentang rencana dua orang agen Amerika yang menyamar menjadi seorang jurnalis, untuk membunuh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Tentunya hal ini, membuat pihak Korea Utara mengecam film tersebut agar tidak ditayangkan, yang kemudian berakhir dengan sebuah serangan hacking terhadap studio Sony Pictures. Menurut pernyataan Sony Pictures, kelompok peretas tersebut menamakan dirinya sebagai penjaga perdamaian yang mengancam akan membocorkan data pribadi milik Sony Pictures kepada khalayak luas.

Hingga pada akhirnya, Sony pun menghentikan rilis film tersebut  setelah mendapatkan ancaman yang ditujukan kepada perusahaannya. Menanggapi hal itu, Federal Bureau of Investigation (FBI) mengatakan penyelidikan atas serangan peretas tersebut, menunjuk kepada Korea Utara.

Namun, Korea Utara pun membatah terlibat dalam peristiwa tersebut. Dan tau-tau, pada hari minggu kemarin Sony pun mengatakan bahwa film itu telah tersedia di AS dan Kanada melalui layanan YouTube dan Google Play, Microsoft Xbox Video, ataupun  situs yang didedikasikan untuk menayangkan film tersebut, yang dapat disewa dalam 48 jam seharga US$5,99 dan da[at dibeli dengan harga US$14,99.

Selain itu, banyak pula permintaan agar film tersebut dapat ditayangkan di boskop. Namun, sepertinya Sony pun lagi-lagi membatalkan penayangan film itu, karena mendapat kritik dari publikasi AS bahkan dari Presiden AS Barack Obama, yang mengatakan bahwa kebebasan berekspresi berada di bawah ancaman.