Soerjono, Director  Industri Alat Transportasi Darat kembali menyinggung masalah angkutan masal yaaitu kereta api. Di Hongkong dan Amerika bahkan kereta api menjadi tren angkutan umum yang dinikmati warga dibanding jenis angkutan lainnya.

Dalam acara jumpa pers akhir tahun Kementerian Perindustrian, Soerjono menyebutkan proyek kereta bandara Soekarno-Hatta. Setelah dibangunnya jalur kereta bandara ini, diprediksi waktu tempuh menggunakan kereta ekspres, hanya berkisar 30 menit.  Tak salah jika Soerjono mengatakan jenis moda transportasi ini perlu diprioritaskan, selain juga bisa menjadi alternatif mengurangi kemacetan.

Namun ada hal menarik lain yang perlu diketahui, yaitu pembangunan proyek kereta api ini  akan terintegrasi dengan setiap terminal. Salahudin Rafi, Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi PT Angkasa Pura mengatakan kepada wartawan bahwa pembangunan kereta bandara akan terhubung dengan T1, T2 dan intermoda secara terintegrasi.

Ia mengatakan, stasiun kereta api akan memiliki integrated building setinggi 7 lantai, nantinya, jalur KA Stasiun Tangerang terkoneksi dengan Stasiun KA di Integrated Building Bandara Soekarno – hatta.

Lalu, penumpang yang menggunakan jasa transportasi seperti kereta api, taksi, bus dan moda lainnya akan bertemu di integrated building. Salahudin menambahkan bahwa di gedung ini akan
terdapat connecting transportation, berupa Automated People Mover Systems yang akan menghubungkan Terminal 1, 2 & 3 sampai ke area Sky City.

Selain itu, stasiun kereta bandara ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti ticketing counter, public hall, tapping gate in, waiting lounge, commercial area, dan sebagainya. Sudah tak sabar ingin mencoba keretanya? Atau melihat kondisi stasiunnya? Anda harus bersabar karena diprediksikan akan rampung paling lambat bulan Desember 2015 mendatang.