Teknopreneur.com– Masalah sistem transportasi massal, mungkin kita perlu belajar dari negara Jepang. Hal ini seperti yang diungkapkan Soerjono, Director  Industri Alat Transportasi Darat. Di Negeri Sakura itu, operator kereta api tak hanya satu.

Di Indonesia kita hanya punya satu, yaitu PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Produsennya pun kita cuma punya satu yaitu PT Industri Kereta Api (INKA). Masalahnya, PT INKA hanya mampu memproduksi dengan kapasitas 40 unit KRL dalam satu tahun. Ini sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sejak dua tahun lalu, Soerjono mengatakan Indonesia mengimpor setidaknya 180 gerbong bekas dari Jepang.

Jepang memang beruntung bisa membuang bekas gerbong kereta apinya ke Indonesia. Coba kalau Indonesia meminta bantuan untuk bisa belajar memproduksi lebih banyak gerbong lagi, apa Jepang akan membantu? Lalu kemana ia akan membuang bekas gerbong kereta api mereka?

Sementara di sisi lain, Indonesia memiliki target untuk mengangkut 1 juta penumpang lewat angkutan masal ini, untuk mempercepat tercapainya target itu, Soejarno berpendapat dengan menambah operator dan produsen.

“Seandainya kita memiliki PT INKA 1, 2, 3, juga memiliki PT KAI 1, 2, dan, 3, pasti akan membuat layanan angkutan masal ini jauh lebih baik,” ujar  Soerjono.

Menanggapi hal tersebut Menteri Perindustrian, Saleh Husin mengatakan semakin banyak industri maka akan makin bagus, lapangan tenaga kerja juga akan menjadi semakin banyak.

“Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucapnya.

 

Foto: www.salehhusin.net