Teknopreneur.com – Raksasa teknologi Google, membuat langkah awal untuk bermitra dengan beberapa perusahaan teknologi lainnya, karena melihat peluang bisnis yang muncul di pasar kesehatan digital. Sebelumnya dalam bulan Desember ini, Google Glass telah menggantikan Texas Insruments dengan Intel sebagai penyedia chip untuk Google Glass.

Hal tersebut seperti yang dikutip dari TechCrunch, Selasa (23/12). Dimana Penyatuan dua raksasa teknologi tersebut, bermaksud ntuk memajukan teknologi dengan menyediakan  alat bantu (Google Glass) bagi para petugas kesehatan ataupun dokter, untuk merekam data kesehatan secara elektronik.

Tidak hanya mengarah ke konsumerisme untuk peralatan kesehatan rumah sakit saja, tetapi juga berinovasi untuk menciptakan konsep kesehatan yang dapat mengubah gaya hidup sehat bagi semua orang. Namun, yang jadi masalah industri  teknologi di bidang kesehatan masih terkendala oleh regulasi dan juga waktu pengembangannya.

Selain itu, membawa produk untuk bisa sukses ke pasar merupakan tantangan kedua pemain bagi para pengusaha kesehatan digital. Disamping itu, bagi para start up terkendala yang namanya mentoring dan dana besar dalam pengembangan, yang juga dibutuhkan oleh perusahaan besar dalam memicu inovasi.

Akan tetapi, dari kendala yang ada menjadikan sebuah tantangan dan peluang bagi industry kesehatan di masa mendatang. Untuk itu, Google pun bermitra dengan beberapa perusahaan teknologi kesehatan lainnya, seperti Novartis dengan smart contact lens dapat memonitor kadar gula dalam darah. Selanjutnya, Oxitone dengan gelang pintar (wearable)dapat memantau kesehatan organ tubuh ataupun mendeteksi penyakit

Dan juga Cerora, melalui headset dapat memberikan diagnosa mengenai gegar otak atau cedera otak yang biasa disebut Alzheimer. Semua hal tersebut, menunjukkan bahwa konsep kesehatan perlahan berubah ke dalam dunia digital dengan memanfaatkan perangkat yang dilengkapi sensor, sehingga konsep kesehatan yang baru pun muncul dan menjadikan sebuah peluang bisnis yang tak terbantahkan.