Teknopreneur.com – Dunia maya bak akan menggantikan dunia nyata. Mulai ketakutan dari pakar-pakar IT bahwa dengan memasuki dunia maya bukan tak mungkin rahasia negara bisa terungkap ke permukaan. Karena satu persatu data pribadi penduduk Indonesia dishare baik secara sengaja atau tidak sengaja melalui media sosial yang notabennya milik negara orang.

Menurut Dany Firmansyah, Direktur Klik Indonesia, penggunaan e-KTP yang awalnya diwajibkan kini dihentikan karena data penduduk kita ternyata bisa dengan mudah terdeteksi apalagi sudah ketahuan bahwa sudah ada duplikasi data penduduk di luarnegeri akibat penggunaan e-KTP.

Dalam rapat Dewan TIK nasional (17/12) yang dipimpin oleh Ilham Habibie, beberapa anggota meminta kebijakan penerapan UU Desa Online dan cloud computing di hampir semua titik untuk dipertimbangkan. Karena dengan begitu apalagi yang bisa dirahasiakan negara ini jika semua sudah tersebar di dunia maya.

Namun hal berbeda dikatakan oleh Prof Richardus Eko Indrajit saat ditemui di acara Mobile Developer Gathering (20/12). Menurutnya tersebarnya sebuah data negara itu bukan mutlak karena tersebarnya data pribadinya di media sosial, penerapan  UU desa Online atau cloud computing di setiap titik. Namun memang ada orang dalam yang menjadi mata-mata negara luar. “Social engineer itulah orang yang suka mengshare rahasia negara. Mereka sangat berbahaya dan memang harus dicari tahu siapa orangnya,”kata Akademisi ini.

“UU Desa online atau cloud computing itu pengaruhnya tak seberapa. Memang data pribadi di media sosial seberapa besar pentingnya bagi negara luar,” tambahnya.