Teknopreneur.com- Belakangan ini, media sosial di Indonesia sedang diramaikan oleh aktivitas membagi-bagi link download ilegal dari anime yang sangat ditunggu-tunggu di Indonesia. Apalagi kalau bukan, Doraemon Stand By Me. Masalahnya adalah adanya link download ilegal ini berbarengan dengan masih ditayangkannya Doraemon Stand By Me di bioskop. Dan tak salah-salah bagi yang sudah menonton, kualitas gambar yang ditampilkan hampir sama dengan film aslinya dengan format 720p.

Hal ini membuat salah satu pengurus lisensi doraemon, Enrico Fermi, melalui jurnalotaku.com mengatakan bahwa pihak pemegang lisensi film di Jepang sangat prihatin dan kecewa dengan beredar luasnya link download bajakan dari film Doraemon Stand By Me. Dan mereka sedang mempertimbangkan untuk menarik lisensi dari film yang selanjutnya dijadwalkan akan tayang di Indonesia, termasuk The Last – Naruto The Movie dan film live action dari Shingeki no Kyojin live action.

Jika dicermati lebih jauh, rasanya wajar jika penggemar tak mau disalahkan. Pasalnya penayangan  film animasi asal Jepang ini dimonopoli oleh Blitz Megaplex. 

Sayangnya, monopoli ini tidak didukung oleh jangkauan keberadaan Blitz di Indonesia. Blitz masih beroperasi di wilayah Pulau Jawa. Sedangkan pulau-pulau lain hanya memiliki  XXI atau bioskop lokal lainnya. Ini sama saja memaksa para pencinta Doraemon harus mengeluarkan kocek lebih banyak demi menonton film kesukaan mereka.  Apakah Anda termasuk orang yang rela menghabiskan uang untuk membayar biaya transportasi demi menonton film ini? Begitulah singkatnya.

Hal ini seperti yang dikatakan Ahmad Budhi dalam sebuah komentarnya. “Jangan serta  merta menyalahkan kami para downloader yang ngebet pengen nonton tapi nggak ada blitz di kota kami.”

Namun masalah pembajakan memang tak bisa dibenarkan ya? Yang pasti akibat adanya kasus ini timbul suatu pemikiran mungkin akan jauh lebih wajar jika bocornya link ilegal itu setelah film Doraemon Stand By Me tak lagi tayang di bioskop.