Teknopreneur.com – Presiden Director dan CEO PT Indosat, Alexander Rusli menyatakan,“Dengan adanya teknologi 4G bukan berarti layanan untuk 2G dan 3G dilupakan, karena masih banyak pelanggan seluler yang berada di layanan tersebut. Oleh karena itu, kami selaku operator masih menyediakan layanan untuk  jaringan 2G dan 3G yang kebetulan Indosat sendiri menggunakan teknologi untuk bisa switch ke layanan 4G.”

Hal tersebut seperti yang diucapkannya ketika ditemui Teknopreneur.com dalam sebuah acara Indosat-Media Year End Update, Jakarta (22/12). Menanggapi hal itu, dalam sebuah trial kemarin Indosat melakukan percobaan dengan mematikan layanan 2G dan 3G.

“Namun ternyata, banyak konsumen yang mengeluh setelah jaringan mereka hilang,”ujarnya. Dirinya pun mengatakan, hal itu membuktikan bahwa banyak pelanggan kami  yang masih berada pada layanan 2G dan 3G.

Lebih lanjut, ia pun mengungkapkan ekosistem 4G saat ini masih dalam tahap persiapan. “Untuk ponselnya saja kita harus punya perangkat yang kompatibel serta harus dilengkapi dengan SIM Card baru yang sesuai dengan teknologi 4G,”katanya.

Kemudian ia pun menegaskan, kalau di negara lain operator lah yang membuat perangkat tersebut. “Jadi sebelum membuat layanan yang baru mereka sudah mempersiapakan ponsel dan juga kartu SIM-nya, sehingga ketika infrastruktur siap, layanan tersebut juga siap untuk dijalankan,”ucapnya.

Selain itu, masalah penggunaan paket data untuk layanan 4G ini dirasa masih perlu edukasi, karena berbeda dengan layanan sebelumnya. Ia pun menambahkan, “Dikarenakan, dengan koneksi yang kian cepat tentu akan menguras volume pemakaian data, sehingga harga paket data yang ditawarkan akan makin besar pula.”