Teknopreneur.com – Menurut laporan Wall Street Journal, awalnya penggalangan dana investasi untuk pengembangan penjualan Xiaomi, diikuti oleh beberapa perusahaan antara lain All-Stars Investment, perusahaan penggalang dana dari Rusia DST Global, serta Yunfeng Capital. Ketiganya merupakan perusahaan ekuitas swasta yang berafiliasi dengan Alibaba Group Holding.

Hal tersebut, seperti yang dikutip dari laman Reuters, Senin (22/12). Investasi tersebut juga diperoleh dari GIC Singapura, untuk meningkatkan nilai pasar yang diperkirakan mencapai lebih dari US$45 miliar.

Investasi GIC untuk Xiaomi dimulai setelah perusahaan asal Singapura Temasek Holdings Pte Ltd membeli sebagian kecil saham perusahaan pembuat smartphone asal negeri Tiongkok tersebut. Valuasi Xiaomi telah meroket dalam empat tahun–semenjak didirikan oleh Chief Executive, Lei Jun–sehingga menarik keyakinan para investor bahwa itu merupakan tanda-tanda akan menguatkan posisi Xiaomi di pasar  global.

Perusahaan yang berbasis di Beijing tersebut, kemungkinan akan mendekati targetnya pada akhir 2014 ini dengan penjualan mencapai 60 juta smartphone, atau naik hampir 20 juta dari tahun 2013. Kemudian diperkirakan pasar smartphone Xiaomi akan meningkat hingga mencapai US$45 miliar atau hampir tiga kali kapitalisasi pasar Lenovo Group Ltd,  sebagai salah satu pesaingnya di pasar smartphone.

Namun, penjualan di India untuk sementara dihentikan, lantaran perusahaan telekomunikasi asal Swedia, Ericsson mengajukan keluhan paten. Sementara, Xiaomi telah memiliki enam putaran pendanaan sampai saat ini, termasuk yang baru-baru ini investasi dengan total sebesar US$10 miliar.