Teknopreneur.com – Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia ada sekitar 42 juta UKM di Nusantara selama 2014. Namun tingkat kegagalan bangsa untuk jenis bisnis ini mencapai 35%.

Dikutip dari Techinasia (22/12) Pengusaha lokal Markus Rahardja selaku co-founder Votinc, sebuah situs yang menyediakan “crowdvoting” untuk membimbing pemula melewati keputusan yang sulit dari perjalanan kewirausahaan mereka. Rahardja menjelaskan melihat pasar Asia Tenggara terutama di Indonesia, ada beberapa pesaing melakukan hal sama seperti Votinc namun berbeda dalam melakukan pendekatannya, seperti Gudpoin dan JakPat. Tetapi Votinc unik karena kita melakukan pendekatan lewat sosial media.

Dengan sosial media pengguna Votinc dapat membagi survey mereka melalui Facebook dan Twitter. Mirip seperti JakPat di Indonesia, Votinc berencana menguangkan melalui model bisnis freemium. Pelanggan berpotensial dapat menggunakan versi gratis dari Votinc yang mendapatkan fitur seperti membuat survey dan berbagi lewat sosial media, sedangkan versi premium akan menawarkan data analisis yang lebih luas dan ringkasan laporan secara penuh. Rahardja berencana untuk memberikan harga antara 49 US dolar dan 99 US dolar per tahun untuk layanan berbayar.

Votinc juga berencana untuk menawarkan opsi “featured post”, yang memungkinkan pengguna untuk membayar agar mendorong target survey mereka melalui saluran sosial media dengan membuat kuisioner terlihat untuk masyarakat yang lebih luas. Rahardja berharap proses memutuskan keputusan akan meningkat setelah adanya produk mereka.

 

Penulis: Aswin