Teknopreneur.com –Siapa sangka jika pengguna internet di Indonesia menyumbang US$500 juta per tahun dari situs web dan aplikasi mobile ke pihak luar negeri.  Hal ini disebabkan karena penggunaan internet di Indonesia begitu tinggi. Sayangnya para developer aplikasi mobile Indonesia hanya mendapatkan sedikit sekali dari sekian besar kue yang terdapat di Indonesia. “Jadi kalau dihitung-hitung, (pengguna internet) Indonesia itu menyumbang sekitar 1,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 15 triliun) ke pihak luar dalam setahun,” demikian menurut Henry Kasyfi, Chairman Klik Indonesia di tengah acara Mobile Developer Gathering yang diadakan di Binus University, Alam Sutra, Tangsel pada 12 Desember 2014.

Di Indonesia sendiri, saat ini sedang mengalami musim semi aplikasi mobile. Developer mobile mulai bermunculan di berbagai daerah, bahkan bukan hanya di kota-kota besar.  Diperkirakan ada sekitar 10.000 aplikasi yang telah diciptakan oleh developer lokal yang telah digunakan oleh masyarakat luas.

Tapi yang disayangkan, aplikasi-aplikasi mobile ini dibuat dalam ekosistem yang tidak dimiliki oleh Indonesia, sehingga tidak banyak keuntungan yang turut dinikmati oleh para developer lokal ini.

“Jikapun ada yang berkembang dengan baik, nantinya benefit yang timbul tidak mengarah sepenuhnya untuk kepentingan Indonesia. Walaupun demikian untuk saat ini para developer tidak memiliki banyak pilihan. Dan tentu saja dari sisi komersial, developer start up akan memilih ekosistem yang paling optimal bagi kepentingan development,” tambah Henry.

Ekosistem yang dimaksud oleh Henry adalah berbagai hal yang dapat membantu  developer mengembangkan produknya baik dari sisi teknis maupun komersial. Ini termasuk penyedia server, penyedia akses jaringan, akses transaksi keuangan dan lain sebagainya.

Henry menggandeng Indosat dan Teknopreneur Indonesia untuk menggelar acara Mobile Developer Gathering 2014 ini demi menciptakan wadah untuk developer, publisher, investor, media, maupun para mahasiswa untuk saling berhubungan.  Dalam MDG 2014 ini para stakeholder aplikasi mobile merumuskan apa yang paling mereka butuhkan saat ini. Mereka memepersiapkan sebuah ekosistem mobile aplikasi yang akan terus disempurnakan lewat dengar forum pendapat antar stakeholder  yang akan terus dilakukan.

Sementara Div Head Consumer Engagment PT Indosat, Benny H Hutagalung menyatakan, bahwa peluang aplikasi mobile lokal sangat menjanjikan dan terbuka lebar dengan catatan harus ada kejelasan komitmen dan konsistensi dari para stakeholder. Indosat  sendiri mendukung acara ini lantaran memiliki komitmen bagi kemajuan mobile apps di Indonesia.

“Indosat ingin bersama-sama memajukan mobile apps di Indonesia dan bersama-sama juga mendukung developer lokal untuk dapat lebih banyak mendapatkan kesempatan dan experience dengan memanfaatkan seluruh layanan Indosat,” ujar Benny.

Selain konferensi, MDG 2014 juga diramaikan dengan workshop bagi  mahasiswa dan umum dengan pembicara para developer yang telah lama bergelut di bidang aplikasi mobil. Diakhir acara juga diberikan award bagi para pelaku pengembangan aplikasi mobile yang berprestasi dan berpengaruh terhadap perkembangan dunia aplikasi mobile Indonesia.

“Acara ini juga sebagai pre launch dari Liga Aplikasi Mobile Nasional yang akan kita mulai di tahun 2015 nanti,” ujar Hanry.

 

 

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi :

Rezza Agung Subekti :