Teknopreneur.com – Menurut Paulus Tjakrawan,Ketua Harian Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia, Perkembangan bauran energi hingga Oktober 2014 baru mencapai 5-6%  atau sekitar 1,1 juta kiloliter/perbarel. Persentase ini akan meningkat jika pemerintah memang serius untuk meningkatkannya. Bukan hanya sebatas wacana mau ini mau itu tapi tak melakukan apa-apa. 

Karena saat ini cadangan minyak bumi dalam negeri memang tak bisa lagi memenuhi kebutuhan energi masyarakat makanya bisnis energi harus digencarkan. Agar target pemanfaatan BBN dalam bauran energi tercapai serta bisnis biodiesel dampak berganda nyata maka ia meminta agar bahan baku terjamin ia meminta ketegasan dalam pelaksanaan intensifikasi kebun sawit. Ia juga menginginkan agar ada dukungan perizininan dan insentif jika perkebunan tersebut dikuhusukan untuk produksi BBN.

Meski BBN harus digencarakan namun mafia migas tetap harus jadi sorotan. Pemerintah harus meningak tegas para mafia migas yang suka menyelundupkan minyak bumi dan gas. Pemerintah harus terbuka jangan malah ditutupi atau malah ikut terlibat apalagi jika jumlahnya besar. Itu yang membuat negara mengalami kerugian besar,