Teknopreneur.com – Pemerintahan pusat kota Jakarta baru ini telah meluncurkan aplikasi yang dinamakan Smart City, dengan tujuan untuk memonitor, memproses, dan memfollow-up masyarakat yang mengkritik soal infrastruktur publik. Dilansir dari Techinasia (18/12), menurut Basuki Tjahaja Purnama konsep aplikasi ini adalah dimana warga Jakarta ikut andil dalam membentuk kebijakan publik. Menurutnya aplikasi dan situs juga digunakan untuk memantau kinerja para kepala pemerintahan daerah, yang bertanggung jawab untuk menangani keluhan warganya.

 Aplikasi ini memiliki dua fitur yang berbeda. Yang pertama adalah respon cepat atas jajak pendapat opini publik, yang memungkinkan pejabat pemerintahan mengumpulkan tanggapan dari media sosial untuk mempelajari daerah dan isu-isu mana yang menjadi masalah infrastruktur bagi penduduk Jakarta. Yang kedua yaitu laporan masyarakat yang dapat diakses oleh semua orang, dimana warga juga dapat melihat data pengaduan yang transparan.

 Bentuk keluhan masyarakat termasuk dalam kategori seperti kemacetan lalu lintas, kejahatan, kebakaran, masalah sanitasi, dan bencana alam. Ada bagian khusus untuk banjir yang memunculkan data pada jaringan DAS kota, lokasi pompa, dan retribusi. Smart City ini berintegrasi langsung dengan aplikasi sosial media seperti Waze dan Twitter, aplikasi ini juga dapat mengakses 300 kamera CCTV yang sudah dipasang diseluruh kota Jakarta.

 

Penulis: Aswin